Hadapi Cuaca Tak Menentu, Begini Cara Penjual Menjemur Ikan Asin Saat Hujan
Menghadapi musim pancaroba, sejumlah penjual ikan asin dan cumi menyiasati proses pengasinannya di Kampung Pengasinan Muara Angke, Jakarta Utara
Penulis: Afriyani Garnis | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Jika cuaca mendung atau hujan, ia akan melakukan penjemuran di dalam ruangan.
Meski waktu yang dibutuhkan lebih lama, menurutnya itu lebih baik dibandingkan cumi tidak dijemur.
"Kalau hujan ya jemurnya di dalam ruangan, itu bisa sampai delapan jam, kalau diluar ruangan kan saat cuaca bagus itu hanya lima jam," kata Rojali.
Rojali sendiri bisa memproduksi hingga lima ton cumi asin setiap harinya.
Cumi tersebut diproduksi oleh 14 pekerja yang terbagi dalam berbagai tugas.
Usai dijemur dan dikemas dalam kotak berukuran 10 kilogram, cumi akan segera dikirim ke Karawang dan Bandung.
Selain itu, ia pun juga menjadi produsen untuk Gudang wilayah Pantai Indah Kapuk.
Tidak sama dengan ikan asin, menurut Rojali cumi justru lebih cepat proses produksinya dibanding ikan. Karena proses penjemurannya bisa dilakukan setiap hari.
Meski mengalami keterlambatan dalam proses produksinya, Munawar dan Rojali menyebutkan hal tersebut tidak menjadi kendala dalam distribusi cuminya kepada konsumen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ikan-asin-di-kampung-ikan-muara-angke.jpg)