Ramadan 2019
Kisah Faisal Anak Kopassus Kelahiran Timor Leste, Islam Mampu Mengubah Perilakunya
Atanasius Putra Sengsara Da Silva (18) kini sudah mengenakan kopiah khas muslim dengan bordiran kaligrafi di pinggir-pinggirnya.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
"Kagum sama abang sepupu, yang sudah masuk Islam, kelakuan berubah," ujarnya.
• Ajarkan Kedamaian Islam, Sekolah di Ciputat Tangerang Selatan Ini Tampung Pelajar Mualaf
• Akui Sudah Mualaf, Roger Danuarta Tanyakan Soal Ibunya Kepada Ustaz Adi Hidayat
Faisal pun diajak mengikuti abang sepupunya itu, namun di kepalanya masih bersarang stereotip tentang Islam.
"Awalnya saya menganggap Islam itu teroris," jelasnya.
Namun anggapannya berubah setelah ia akhirnya meninggalkan kedua orang tuanya dan ikut menjadi mualaf dan hijrah ke Ciputat, tepatnya Pesantren An-Naba.
Di sana ia diajarkan tentang tauhid dan penjelasan tentang Islam yang damai.
Faisal juga mengaku, awal belajar syariat Islam dari mulai salat, membaca Al-Quran dan puasa adalah hal yang berat.
"Awalnya, susah dibangunin pas sahur. Mepet sahurnya, kelaperan juga," ujarnya mengingat perjuangan belajar puasa.
Hampir dua tahun berselang, keberingasan dan kebiasaan buruknya dulu perlahan menghilang, dan sikapnya menjadi lembut.
Ia sudah bisa lepas dari alkohol, kebiasaan ribut dan seks bebas.
Faisal kini memiliki cita-cita yang ingin diwujudkan, yaitu berkuliah di Al-Azhar Kairo, Mesir.
"Saya mau jadi guru di sini," ujarnya menatap ke gedung sekolahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/faisal-atau-atanasius-putra-sengsara-da-silva-di-madrasah-aliyah-soebono-mantofani.jpg)