Ramadan 2019

Kisah Faisal Anak Kopassus Kelahiran Timor Leste, Islam Mampu Mengubah Perilakunya

Atanasius Putra Sengsara Da Silva (18) kini sudah mengenakan kopiah khas muslim dengan bordiran kaligrafi di pinggir-pinggirnya.

Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Faisal atau Atanasius Putra Sengsara Da Silva (18), di sekolahnya, Madrasah Aliyah Soebono Mantofani, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (8/5/2019). 

"Kagum sama abang sepupu, yang sudah masuk Islam, kelakuan berubah," ujarnya.

Ajarkan Kedamaian Islam, Sekolah di Ciputat Tangerang Selatan Ini Tampung Pelajar Mualaf

Akui Sudah Mualaf, Roger Danuarta Tanyakan Soal Ibunya Kepada Ustaz Adi Hidayat

Faisal pun diajak mengikuti abang sepupunya itu, namun di kepalanya masih bersarang stereotip tentang Islam.

"Awalnya saya menganggap Islam itu teroris," jelasnya.

Namun anggapannya berubah setelah ia akhirnya meninggalkan kedua orang tuanya dan ikut menjadi mualaf dan hijrah ke Ciputat, tepatnya Pesantren An-Naba.

Di sana ia diajarkan tentang tauhid dan penjelasan tentang Islam yang damai.

Faisal juga mengaku, awal belajar syariat Islam dari mulai salat, membaca Al-Quran dan puasa adalah hal yang berat.

"Awalnya, susah dibangunin pas sahur. Mepet sahurnya, kelaperan juga," ujarnya mengingat perjuangan belajar puasa.

Hampir dua tahun berselang, keberingasan dan kebiasaan buruknya dulu perlahan menghilang, dan sikapnya menjadi lembut.

Ia sudah bisa lepas dari alkohol, kebiasaan ribut dan seks bebas.

Faisal kini memiliki cita-cita yang ingin diwujudkan, yaitu berkuliah di Al-Azhar Kairo, Mesir.

"Saya mau jadi guru di sini," ujarnya menatap ke gedung sekolahnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved