Hoaks Penghuni Panti Asuhan di Depok Sahur Sebungkus Mie Instan Berdua, Berujung Kebanjiran Bantuan
"Mungkin maksudnya baik mau membantu, tapi narasi dalam pesannya tidak baik. Seolah menjual kesulitan untuk menarik donatur," ucap Zainudin.
Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
"Dampaknya itu sejak empat hari yang lalu mereka bikin pesan itu, kami jadi kebanjiran donatur," kata Zainudin pada TribunJakarta.com, Jumat (10/5/2019).
Zainudin, bantuan dari donatur tersebut tak hanya datang dari warga Depok dan dalam negeri saja, bahkan hingha dari luar negeri.
"Banyak sekali donatur yang berdatangan, terakhir kemarin dari Singapore dan Malaysia. Ada juga utusan dari Arab kesini, mengecek dan memastikan benar tidaknya kabar tersebut," ucap Zainudin.
Pantauan TribunJakarta.com, donatur pun masih terus berdatangan hingga pukul 14.00 WIB membawa sembako yang diangkut menggunakan kendaraan pribadi.
Secara estafet dan bergantian, para santri pun membawa sembako-sembako tersebut turun dari dalam mobil dan dibawa masuk kedalam Panti.
"Ya jadi seperti ini mas sekarang kondisinya, donatur datang membawa sembako. Niat komunitas itu baik sebenarnya, tapi narasinya kurang baik ya. Sekarang kita sama-sama ambil hikmahnya saja," ujar Zainudin.