Pilpres 2019

Arief Poyuono Sebut SBY Bak Serangga Undur-undur, Picu Reaksi Partai Demokrat Hingga Sandiaga Uno

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono meminta Partai Demokrat keluar dari Koalisi Adil dan Makmur. Ia juga menyebut SBY bak serangga undur-undur.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Ilusi Insiroh
Twitter @Gerindra
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran, Jakarta, Senin (30/7/2018) 

Demokrat Bakal Ambil Sikap

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat ditemui awak media sebelum meninggalkan Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019).
Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat ditemui awak media sebelum meninggalkan Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menegaskan, partainya akan bertahan di Koalisi Adil Makmur pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno setelah Pilpres 2019 benar-benar usai.

Hal ini disampaikan Ferdinand menanggapi penyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang meminta agar Demokrat keluar dari koalisi Prabowo-Sandi.

"Pesan saya, Arief Poyuono tidak perlu berbicara seperti itu, karena Partai Demokrat tentu akan mengambil sikap ketika pilpres ini usai. Tunggu sikap kami," kata Ferdinand saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (11/5/2019).

Ferdinand mengatakan, koalisi yang dibangun Demokrat dengan partai lain adalah untuk mengusung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

Oleh karena itu, kerja sama dalam koalisi baru akan berakhir setelah semua proses berakhir.

Adapun saat ini proses rekapitulasi suara oleh KPU masih berlangsung.

"Jadi Arief Poyuono tidak usah berkomentar sesuatu yang bermutu. Sebaiknya berjuang saja, bekerja keras memenangkan Prabowo daripada hanya komentar tak berguna," kata dia.

Ferdinand mengatakan, selama ini tidak melihat Arief Puyuono melakukan sesuatu yang berguna demi kemenangan Prabowo-Sandi.

Menurut dia, hal itu tidak berbanding lurus dengan militansi Partai Demokrat dalam memenangkan pasangan nomor urut 02 itu.

"Dibandingkan dengan kader-kader Partai Demokrat, apa yang sudah dilakukan Arief," kata dia.

Sandiaga Uno Kritik Arief Poyuono

Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Salahudin Uno ketika dijumpai wartawan di Gedung Kesenian Pandan Sari.
Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Salahudin Uno ketika dijumpai wartawan di Gedung Kesenian Pandan Sari. (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Sandiaga Uno angkat bicara mengenai pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Pouyono yang meminta Partai Demokrat keluar dari koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

Secara tegas, Sandi mengkritik pernyataan Arief, terlebih pernyataan tersebut dikeluarkan dibulan suci ramadan 2019.

"Saya mengkritisi pak Arief, karena dibulan suci ramadan harusnya memberi pernyataan yang sejuk," ujar Sandiaga usai di Gedung Kesenian Pandan Sari, Cimanggis, Kota Depok, Jumat (10/5/2019) malam.

Rapat Pleno Pemilu 2019 KPU Kota Bekasi, Prabowo-Sandi Unggul 54,9 Persen

Rekapitulasi Suara Jakarta Selatan, Prabowo-Sandi Dapat 723.008 Suara, Jokowi-Maruf Sebanyak 673.100

Saat Mulai Bubar, Massa Pendukung Prabowo-Sandi Sempat Bentrok dengan Massa Dukung Bawaslu

VIDEO Gabungan Massa dan Relawan Pendukung Prabowo-Sandi Kepung Bawaslu

Spanduk Ucapan Kemenangan Prabowo-Sandi Terpampang di Pagar Masjid Al Munawwar Pancoran

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved