Jaringan Teroris JAD Bekasi Muncul di Bekasi, Ini Kata Kapolres Metro Bekasi Kota

Masyarakat jangan lagi segan untuk melaporkan ke pihak kepolisian jika melihat disekitar tempat tinggal ada warga yang mencurigakan.

Jaringan Teroris JAD Bekasi Muncul di Bekasi, Ini Kata Kapolres Metro Bekasi Kota
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Bebeberapa minggu terkahir wilayah Bekasi dihebohkan dengan operasi penangkapan terduga teroris Jamaah Anshorut Daulah (JAD).

Ada sedikitnya tujuh terduga teroris yang ditangkap di wilayah Bekasi dalam kurun waktu satu pekan terakhir.

Ketujuh teroris itu diantaranya SL dan AN ditangkap pada Sabtu, (4/5/2019) masing-masing di Pondok Ungu Permai dan Mangun Jaya.

Selanjutnya, MI, IF dan T, ketiga terduga teroris ini ditangkap pada, Minggu (5/5/2019).

MI ditangkap di daerah Bekasi Selatan, sedangkan IF dan T ditangkap di kawasan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Tetangga Sebut Terduga Teroris Rafli Jarang Bersosialisasi dengan Warga Sekitar

Dari operasi penangkapan IF dan T, Densus 88 meringkus IF dengan kondisi hidup, sedangkan T diringkus dalam kondisi meninggal dunia lantaran berusaha kabur dan meledakkan diri.

Pengembangan berikutnya, polisi berhasil meringkus EY dan YM pada, Rabu (8/5/2019). EY diringkus di daerah Kalimalang, sedangkan EY diringkus di sebuah rumah kontrakan di daerah Rawalumbu Bekasi.

Adapun selanjutnya, Polisi melakukan penggeledahan tempat usaha toko seluler milik EY bernama Wanky Cell di Jalan Mochtar Tabrani, Bekasi Utara. Di dalamnya polisi menemukan dua buah bom pipa serta bahan peledak lainnya.

Menggapai fenomena tersebut, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengatakan, pihaknya telah melakukan pengamanan dan pengawasan hingga ke tingkat bawah.

5 Fakta Penggeledahan Wanky Cell dan Rumah Terduga Teroris Rafli di Bekasi

"Sebetulnya kita sudah ke dalam punya SOP (Standar Opersional Prosedur) pengamanan Mako dan anggota yang berdinas, itu enggak ada masalah. Tapi untuk masyarakat kita sudah himbau melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa, ke RW-RW agar lebih open," kata Indarto.

Dia menambahkan, masyarakat jangan lagi segan untuk melaporkan ke pihak kepolisian jika melihat disekitar tempat tinggal ada warga yang mencurigakan.

"Kita sarankan kepada masyarakat mulai sekarang open kanan kirinya saling open, kalau ada yang tidak sesuai ada yang aneh-aneh segera laporkan," tambahnya.

Tindakan melapor kata Indarto tidak melulu soal pidana, masyarakat bisa mengadukan apapun yang berpotensi menimmbulkan ganguan keamanan dan ketertiban lingkungan.

Tersangka Teroris Rafli Dikenal Tertutup oleh Karyawannya di Toko Wanky Cell Bekasi

"Dan itu bukan pidana, jika melaporkan orang yang mecurigakan, karena dia hanya melaporkan 'pak itu ko aneh-anehin ya pak, tiap malam dia bawa barang kaya dus-dus gitu ke rumahnya, enggak apa-apa itu, jadi jangan khawatir dipidana, tugasnya kita itu akan mengecek, kalau memang enggak apa-apa ya kita enggak akan apa-apakan tapi kalau misal ada apa-apa kita bisa langsung tindak," kata Indarto.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved