Selama 3 Hari, Pemkot Jakarta Utara Cetak Ratusan Dokumen Warga Korban Kebakaran Kampung Bandan

Pemkot Jakarta Utara memberi pelayanan terhadap dokumen kependudukan warga korban kebakaran Kampung Bandan RW 05, Kelurahan Ancol, Pademangan.

Selama 3 Hari, Pemkot Jakarta Utara Cetak Ratusan Dokumen Warga Korban Kebakaran Kampung Bandan
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Warga korban kebakaran Kampung Bandan berbuka puasa di pengungsian, Senin (13/5/2019). 

10 orang saksi tersebut adalah warga yang tinggal di permukiman tersebut.

Budhi menambahkan, selain memeriksa saksi, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Puslabfor Mabes Polri untuk melakukan olah TKP demi mengidentifikasi penyebab kebakaran itu.

"Kami melakukan investigasi, kami juga sudah melakukan pemeriksaan TKP dengan Puslabfor (Mabes) Polri," ucapnya.

Adapun kebakaran yang terjadi Sabtu (11/5/2019) lalu menghanguskan 450 rumah warga.

Akibatnya, 3.500 jiwa warga RT 011, 012, dan 013, RW 005 Ancol, terpaksa mengungsi.

Polres Jakarta Utara Beri Bantuan

Keluarga Besar Polres Metro Jakarta Utara memberikan bantuan materiil dan psikologis kepada korban kebakaran Kampung Bandan, Selasa (14/5/2019).
Keluarga Besar Polres Metro Jakarta Utara memberikan bantuan materiil dan psikologis kepada korban kebakaran Kampung Bandan, Selasa (14/5/2019). (TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino)

Keluarga Besar Polres Metro Jakarta Utara memberikan bantuan materiil dan psikologis kepada korban kebakaran Kampung Bandan, Selasa (14/5/2019).

Bantuan materiil yang diberikan antara lain kebutuhan pangan dan sandang kepada para korban yang kini mengungsi di Ruko Grand Boutique, Pademangan, Jakarta Utara.

Sementara untuk bantuan psikologis, trauma healing diberikan kepada anak-anak korban kebakaran lewat hiburan dari para Polwan.

"Jadi kami dari keluarga besar Polres Metro Jakarta Utara, dari anggota maupun unsur Bhayangkari, kita memberikan bantuan kepada para korban kebakaran di RW 005 baik RT 011, 012, maupun 013," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto.

Budhi menuturkan, kebutuhan pangan yang diberikan kepada korban misalnya beras, mie instan, dan makanan ringan.

Sementara bantuan sandang berupa pakaian laik pakai dan selimut.

"Mungkin bisa berguna karena mereka ini kan belum ada rumah, rumah mereka terbakar, tinggalnya di tenda-tenda ngemper, mungkin bisa membantu mereka. Kita juga menurunkan Polwan untuk trauma healing ya memberikan bantuan psikologis. Dan juga dari Dokkes menurunkan untuk memberikan bantuan kesehatan kepada para korban," papar Budhi.

Kapolres pun berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban korban kebakaran Kampung Bandan.

"Sehingga mereka bisa sedikit melupakan kejadian yang menimpa mereka dan kemalangan yang terjadi kepada mereka berupa rumah mereka yang terbakar," tandasnya.

Adapun kebakaran yang terjadi Sabtu (11/5/2019) lalu menghanguskan 450 rumah warga. Akibatnya, 3.500 jiwa terpaksa mengungsi.

Anies Baswedan Bakal Bangun Rusun

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambangi korban kebakaran di RW 05 Kampung Bandan, Ancol, Pademangan Jakarta Utara, Minggu (12/5/2019) siang.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambangi korban kebakaran di RW 05 Kampung Bandan, Ancol, Pademangan Jakarta Utara, Minggu (12/5/2019) siang. (TribunJakarta/Afriyani Garnis)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan telah menyiapkan solusi jangka panjang bagi korban kebakaran di pemukiman padat penduduk, Kampung Bandan, Jakarta Utara.

Solusi jangka panjang tersebut, adalah dengan menyiapkan hunian berupa rumah susun yang akan dibangun untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggalnya akibat dilalap oleh sijago merah pada 11 Mei 2019 lalu.

"Terkait dengan Kampung Bandan, ada dua aspek penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek adalah untuk memastikan semua warga yang terdampak kebakaran mereka terjamin kebutuhan dasarnya. Sementara jangka panjang, terkait dengan pemukiman di sana," papar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Sebelumnya, ada 450 rumah tinggal warga dikatakan ludes terbakar akibat amukan api pada Sabtu (11/5/2019) lalu.

Dari 450 rumah tinggal tersebut, ada 3.500 jiwa dari 400 KK di RT 011, 012, 013 RW 005 Kelurahan Ancol yang diperkirakan kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa itu.

Anies pun menyebut tak akan merelokasi korban-korban kebakaran tersebut.

Menurut Anies, nantinya masyarakat Kampung Bandan, akan menempati rumah susun yang dibangun di atas lahan milik PT KAI dengan bekerjasama dengan BUMD Sarana Jaya.

"Lahan 1 hektar itu adalah milik PT KAI. Jadi tadi direktur aset KAI ikut di dalam rapim, dan kita menyepakati bahwa akan dibangunkan pemukiman di sana. Jadinya solusinya bukan mereka dipindah keluar dari Kampung Bandan, tapi solusinya jangka panjang akan disiapkan hunian untuk di lokasi yang sekarang terkena api," kata dia.

Kebakaran Melanda Permukiman Padat Penduduk di Kelapa Gading, Asal Api Belum Diketahui

Polisi Belum Temukan Unsur Kesengajaan Terkait Penyebab Kebakaran Kampung Bandan

Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Kebakaran Kampung Bandan

Polres Metro Jakarta Utara Berikan Bantuan ke Korban Kebakaran Kampung Bandan

Hilangkan Rasa Trauma, Polwan Jakarta Utara Ajak Anak-anak Korban Kebakaran Kampung Bandan Bermain

Untuk sementara waktu, lanjut Anies masyarakat akan dibuatkan shelter atau penampungan sementara oleh Dinas Perumahan DKI Jakarta

Pembangunan penampungan sementara itu merupakan salah satu alternatif seiring dengan berjalannya pembangunan rumah susun tersebut.

"Akan disiapkan shelter hunian sementara di tempat itu, jadi sembari pembangunannya dilakukan. Jadi mereka nanti akan disiapkan hunian sementara di situ, dinas Perumahan yang menyiapkan hunian sementara nya. Untuk pembangunannya dan lain-lain ini memanh baru diputuskan tadi pagi ya, kita menugaskan Sarana Jaya untuk mengatur dengan PT KAI mereka akan bicara," paparnya.

Penulis: Afriyani Garnis
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved