Ramadan 2019
Biskuit Khong Guan Tetap Jadi Primadona Saat Ramadan
Setiap memasuki momen Ramadan, tradisi berbagi bingkisan menjadi hal yang lumrah bagi sebagian orang. Contohnya, biskuit Khong Guan.
Penulis: Anisa Kurniasih | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Anisa Kurniasih
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Setiap memasuki momen Ramadan, tradisi berbagi bingkisan menjadi hal yang lumrah bagi sebagian orang.
Biskuit, kue kering dan sejenisnya pun menjadi andalan untuk diberikan ke sanak saudara dan kerabat, apalagi menjelang Hari Raya.
Mungkin sebagian dari kita langsung terlintas dengan sebuah brand biskuit yang sempat jaya pada masanya yaitu Khong Guan.
Dengan wadah dan desain khasnya, biskuit Khong Guan rupanya menjadi legenda yang hingga kini masih diminati oleh masyarakat.
Banyaknya brand baru yang bermunculan dengan segala inovasi yang variatif tak membuat Khong Guan begitu saja dilupakan.
Setiap Ramadan tiba hingga menjelang Hari Raya, biskuit legendaris dengan isi yang beraneka rupa ini tetap dicari.
Bagi masyarakat Jakarta Selatan dan sekitarnya bisa menemui surga biskuit tersebut di kawasan Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sebuah toko tua yang hadir sejak 2001 tersebut di Ramadan kali ini terlihat dipenuhi oleh pembeli baik untuk perorangan maupun partai besar.
Tampilan toko Khong Guan Mayestik dengan bangunan yang sederhana rupanya menyimpan beragam jenis biskuit di dalamnya.
Tak cuma satu jenis, namun beragam biskuit, wafer dan butter cookies pun bisa ditemukan di tempat ini.
Berdiri selama 18 tahun lamanya, toko ini menjadi saksi kejayaan biskuit Khong Guan yang mulai sedikit redup dari waktu ke waktu.
Hal itu diungkapkan oleh Muhammad Said yang tak lain adalah pengelola gudang toko tersebut.
Said menjelaskan, bahwa hingga kini biskuit khas keluarga tersebut memang tetap diburu namun tak seheboh dahulu.
"Sampai sekarang masih banyak yang datang dan kami pun selalu menambah stok untuk momen puasa dan Lebaran sejak beberapa bulan sebelumnya," uajr Said, sapaan akrabnya kepada TribunJakarta.com, Kamis (16/5/2019).
• Ini Sosok di Balik Video Kampanye Jokowi ala Biskuit Khong Guan
• Penjelasan Bernardus Prasodjo, Pelukis Khong Guan Tentang Sosok Ayah yang Absen Bersama Keluarga
Selain biskuit dari Khong Guan, beberapa jenis lainnya seperti butter cookies dari Monde, Wafer dari Nissin yang masih satu grup juga banyak diincar pengunjung.
Said pun menuturkan bulan Ramadan menjadi momen paling ramai dalam satu tahun untuk transaksi biskuit itu sendiri.
Omset yang di dapat dari toko Khong Guan Mayestik pun tetap bertambah dibanding bulan biasa bahkan hingga mencapai 10 kali lipat, namun tak sebanyak pada masa kejayaannya yaitu di sekitaran tahun 2002-2003.
"Omset Ramadan kali ini bisa sampai Rp 150 juta sehari untuk penjualan, padahal kalau hari biasa di luar Ramadan paling cuma Rp 15 juta," tambah Said.
Beberapa orang dari instansi dan sejenisnya juga menurut Said masih mengandalkan biskuit Khong Guan untuk dijadikan bingkisan Lebaran dan hantaran untuk sanak saudara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/toko-biskuit-khong-guan-mayestik-di-kebayoran-baru.jpg)