Laga Pembuka Liga 1 2019 Berlangsung Ricuh, BOPI Bakal Panggil PT LIB
BOPI langsung memberikan reaksi keras atas peristiwa kericuhan suporter yang terjadi di pertandingan pembuka Liga 1 2019.
Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Menurut Soekeno, kejadian yang sangat mencoreng sepak bola Indonesia itu dilakukan oleh beberapa provokator.
Bahkan, Seokeno menyebutkan provokator itu bukan pendukung PSS Sleman dan Arema FC.
Provokator itu mencoba menyamar di tengah-tengah kedua pendukung itu dan membuat kegaduhan.
”Kalau kejadian tadi, rekan-rekan media mesti memahami. Ini hanya dilakukan oleh segelintir orang yang bukan suporter PSS dan Arema FC,” kata Soekeno kepada BolaSport.com.
Seokeno sangat yakin bahwa ada provokator berjumlah 15 orang di tengah-tengah pendukung Arema FC.
Setelah provokator itu diamankan, pertandingan sempat dilanjutkan kembali, tetapi kerusuhan datang lagi di akhir pertandingan.
“Coba diperhatikan dari 5000 pendukung Arema FC dan yang melakukan provokasi hanya 10 hingga 15 orang. Orangnya itu-itu saja,” kata Soekeno.
Kejadian kerusuhan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi PSS Sleman untuk mengelola pertandingan dengan baik ke depan.
Salah satunya akan mengevaluasi panitia pelaksana (panpel) laga PSS Sleman yang dinilai kurang membuat situasi pertandingan menjadi kondusif.
“Ya, kami akan melakukan evaluasi,” kata Soekeno.
Sekjen PSSI Kena Timpuk
Laga pembuka Liga 1 2019 antara PSS Sleman dan Arema FC diwarnai kericuhan antar suporter.
Salah satu korbannya yakni Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha yang terkena timpukan saat kericuhan.
Dikutip dari Bolasport.com, Ratu Tisha terlihat memegang lengan tangannya yang kemungkinan besar terkena timpukan.
Laga PSS Sleman melawan Arema FC yang bertajuk pertandingan pembuka Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (15/5/2019), sempat diwarnai kerusuhan antar suporter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/korban-korban-kerusuhan-suportes-pss.jpg)