Beda Dengan Aksi 212, Peserta Aksi Kedaulatan Rakyat Sepi di Stasiun Rawa Buntu

Massa "Aksi Kedaulatan Rakyat" yang mulai bergerak hari ini dengan terlebih dahulu menggelar "Ifthar Akbar" tidak terlihat di stasiun Rawa Buntu

Beda Dengan Aksi 212, Peserta Aksi Kedaulatan Rakyat Sepi di Stasiun Rawa Buntu
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Situasi stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (21/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Massa "Aksi Kedaulatan Rakyat" yang mulai bergerak hari ini dengan terlebih dahulu menggelar "Ifthar Akbar" tidak terlihat di stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (21/5/2019).

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, seperti pada aksi 212, stasiun Rawa Buntu kerap dijadikan titik kumpul warga Tangsel dan sekitarnya untuk berangkat ke Jakarta.

Bahkan saat aksi di Jakarta "memanggil" tiket commuter line dari Rawa Buntu kerap meningkat.

"Enggak ada, biasa-biasa saja. Dari penjualan tiket juga biasa saja," ujar Kepala Stasiun Rawa Buntu, Iskandar, saat ditanyakan mengenai jumlah massa aksi yang melalui stasiun.

Iskandar sudah paham betul ciri peaerta aksi semacam 22 dan aksi kali ini yang sering kali menggunakan pakaian serba putih.

Massa Peserta Malam Munajat 212 di Monas yang Berangkat dari Stasiun Rawa Buntu Tangsel Masih Sepi

Incar Milenial, Rusun di Stasiun Rawa Buntu, Cisauk dan Jurangmangu Resmi Dibangun

Aksi 22 Mei, Sekolah di Sekitar Kantor KPU RI Tetap Masuk Seperti Biasa

Pantauan TribunJakarta.com sejak siang hingga sore hari, massa dengan ciri di atas hampir tak terlihat.

Iskandar mengatakan hanya ada rombongan massa aksi sebanyak 20 orang yang berhasil diidentifikasi.

"Tadi ada dari Ciseeng ada 20 orang. Tahunya tadi dari polisi yang nanyain," ujarnya.

Ia juga memastikan tidak ada lonjakan pembelian tiket hari ini jika dibandingkan hari-hari lainnya.

Meskipun tidak banyak massa aksi yang melalui stasiun Rawa Buntu, pihak kepolisian dan TNI sudah menyiagakan anggotanya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved