Lebaran 2019
3 Tahun Lebaran di Palang Perlintasan Kereta Karena Tidak Bisa Libur, Airan Sudah Kebal Sedih
"Kalau di kereta emang enggak boleh mudik. Kecuali orang kantor ada cuti bersama," ujar Airan
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR- Petugas palang perlintasan kereta menjadi sosok yang penting dalam menjaga kelancaran dan mencegah terjadinya kecelakaan kendaraan dengan kereta.
Ia yang mengendalikan palang perlintasan agar kereta dan kendaraan bermotor dapat saling melintas tanpa bertabrakan.
Petugas palang pelintasan harus sedia di posnya saat bertugas. Mereka tidak mendapat libur di hari-hari besar seperti Idulfitri atau Lebaran.
Saat gema takbir berkumandang dan orang-orang bersip pergi ke masjid untuk salat Id, petugas palang perlintasan bersiap berangkat ke pos.
Ia menjadi sosok di balik aman dan nyamannya arus lalu lintas yang melewati pelintasan rel kereta.
TribunJakarta.com menemui Airan, petugas penjaga palang pelintasan Stasiun Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel).
Saat lebaran hari ke tiga, Airan juga sedang bekerja. Ia tidak libur saat hari besar itu.
"Kalau di kereta emang enggak boleh mudik. Kecuali orang kantor ada cuti bersama," ujar Airan yang masih mengenakan rompi dinasnya.
Ia sudah paham konsekuensi bekerja instansi yang berkaitan dengan pelayanan umum itu.
Sebelum tiga tahun bertugas di palang perlintasan, selama tujuh tahun sebelumnya ia sudah bekerja sebagai kru kereta.
Tujuh tahun belakangnya lagi, ia bekerja di bagaian Dipo Lokomotif, semacam bagian permesinan kereta.
"Ya lumayan lama, 17 tahun. Di palang perlintasan baru tiga tahun," ujarnya.
Meski Airan sudah mengetahui konsekuensinya sebagai pelayan masyarakat, namun kesedihan tidak bisa berlebaran bareng istri dan dua anaknya terlihat.
• Hari ke-3 Lebaran, Ancol Dipenuhi Lebih dari 50 Ribu Pengunjung
• Antisipasi Kemacetan, Sudinhub Jakarta Selatan Kerahkan 100 Personel di Ragunan
• 7 Wakil Indonesia Main di 8 Besar Australian Open 2019: Ketemu Lawan Berat dan Perang Saudara
Matanya mulai berair saat menceritakan sang istri dan dua anaknya tengah berada di Surabaya, Jawa Timur, kampung istrinya.
"Istri sama anak lagi ke Surabaya. Kalau saya tinggal di Jawa Tengah," ujarnya.
Airan sudah kebal sedih, meskipun air matanya hampir menetes ia bisa menahannya dan tetap fokus pada kerjaannya.