Bocah Obesitas Asal Karawang

Bocah Obesitas Aria Fans Berat Febri Hariyadi dan Mohamad Salah, Ingin Lihat Liverpool di Anfield

Banyak pihak yang membantunya hingga ia kini telah berhasil turun drastis, dari semula mencapai 192 kilogram menjadi 87 kilogram.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Aji

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KARAWANG - Slogan You'll Never Walk Alone milik klub Liverpool seakan dirasakan betul oleh Aria Permana (13) dalam perjuangannya untuk mengembalikan bentuk badannya.

Ya, selama berjuang dalam melawan obesitas, Aria memang tak pernah sendiri.

Banyak pihak yang membantunya hingga ia kini telah berhasil turun drastis, dari semula mencapai 192 kilogram menjadi 87 kilogram.

Aria memang memiliki kedekatan emosional dengan klub yang bermarkas di Stadion Anfield itu.

Dirinya mengaku sebagai Kopites, penggemar bagi klub merah asal Merseyside.

Ditemui TribunJakarta.com di rumahnya di Kampung Pasir Pining RT 002/01, Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (15/6/2019), Aria begitu bersemangat ketika membicarakan sepak bola.

5 Fakta Aria Permana Sempat Viral karena Bobot Badan, Akan Operasi Lanjutan Butuh Dana Rp 200 Juta

Soal kecintaannya terhadap Liverpool, bocah yang sempat viral ini menegaskan bukanlah fans karbitan lantaran klub berjuluk The Kop itu baru saja menjadi yang terbaik di eropa tahun ini.

Aria mengatakan telah jatuh hati dengan Liverpool sejak masih diperkuat sang kapten Steven Gerrard dan Luis Suarez.

"Emang udah lama ngefans Liverpool bukan baru sekarang aja," kata Aria yang juga masih mengingat momen saat Gerrard terpeleset ketika melawan Chelsea dalam perburuan gelar juara Liga Inggris musim 2013/2014 silam.

Saat ditanyakan tentang pemain idolanya di Liverpool, Aria dengan mantap menyebut sang pemilik nomor 11 yakni Mohamed Salah.

Baginya, Salah adalah pemain yang sangat memotivasinya. Baik di dalam maupun di luar lapangan.

Sejak menjalani operasi bariatrik pada 2017 silam, sepak bola memang menjadi motivasi Aria.

Bocah yang tahun ini akan duduk di sekolah menengah pertama ini kemudian rutin bermain sepak bola. Bahkan, ia juga masuk sebuah tim sepak bola di kampungnya.

Ia menuturkan saat ini telah kuat bermain sepak bola secara full 2x45 menit. Padahal bila menengok saat masa terpuruknya, untuk berjalan saja beberpa meter saja Aria sudah terengah-engah.

Aria menyebut kondisi fisiknya fit.

Hanya saja sisa daging yang bergelambir membuat aktivitisnya sedikit terganggu.

"Harapannya yang pada bergelambirnya bisa dioperasi soalnya ganggu aktivitas saya. Kalau lari suka kena muka," kata Aria.

Di timnya, Aria berposisi sebagai bek tengah. Bentuk badannya yang raksasa membuatnya tangguh menjaga benteng pertahanan tim.

"Cita-cita saya emang jadi pemain bola," tutur bocah kelahiran 15 Februari 2006 itu.

Bila untuk tim eropa ia merupakan fans Liverpool, maka untuk skala lokal, sebagai warga Jawa Barat Aria tentu merupakan seorang bobotoh.

Dan pemain Persib Bandung Febri Hariyadi menjadi idolanya untuk pesepak bola di tanah air.

Meski berbeda dengan posisinya, Aria menilai permainan agresif Febri membuatnya bersemangat dalam menonton Persib Bandung.

Namun, Aria belum pernah menonton langsung Persib Bandung berlaga, begitu juga bertemu dengan sang idola.

Karenanya, ia berharap dalam pengobatannya jelang operasi lanjutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, ia dapat menemui sang idola.

"Ya semoga aja bisa ketemu sama Febri Hariyadi dan pemain Persib lainnya," kata Aria.

Bobotnya Berkurang Drastis, Aria Permana Kini Hindari Makan Mi Instan dan Minum Kemasan

Kalau soal keinginannya melihat langsung Liverpool berlaga dan beryanyi bersama puluhan ribu suporter, tentu itu merupakan mimpi besarnya.

Atmosfer Stadion Anfield menjadi mimpi yang seolah selalu memanggilnya untuk segera bergabung dengan para suporter menyanyikan lagu You'll Never Walk Alons yang sangat diresapinya.

"Tentunya pengen liat Liverpool main di Anfield. Semoga aja itu bisa kesampaian," kata Aria.

"Walk on, walk on. With hope in your heart, And you'll never walk alone" begitulah lirik yang seakan menggambarkan perjuangan Aria dalam mengembalikan bobotnya seperti anak-anak seusianya.

Namun sebelum itu semua, Aria masih harus menjalani operasi lanjutan untuk pengangkatan sisa kulitnya yang bergelambir.

Aria pun mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk konsultasi terkait hal itu.

Namun, dirinya dan keluarga masih bingung mengenai pembiayaannya yang ditaksir mencapai Rp 200 juta.

Angka tersebut belum termasuk akomodasi untuk Aria dan keluarga yang harus menyewa kendaraan dari rumah mereka di Karawang menuju RSHS di Bandung.

Aria yang bukanlah berasal dari keluarga berada saat ini tengah kebingunan. Dalam kondisi sulit seperti ini, keluarga Aria berharap biaya pengobatan ditanggung BPJS. Ia pun sangat terbuka uluran bantuan dana dari siapa pun.

Pembaca yang ingin membantu dana untuk pengobatan Aria Permana bisa klik kitabisa.com.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved