Derita Penyandang Disabilitas Menghadapi Kemacetan Ibu Kota Saat Bepergian

Hal yang bagi warga pada umumnya mudah dapat jadi masalah serius bagi penyandang disabilitas ketika bepergian dan menambah waktu tempuh perjalanan.

Derita Penyandang Disabilitas Menghadapi Kemacetan Ibu Kota Saat Bepergian
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Kemacetan lalu lintas di Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (01/10/2012). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Masalah kemacetan yang setiap harinya dikeluhkan warga Provinsi DKI Jakarta karena menguras fisik dan psikis juga dirasakan penyandang disabilitas.

Yogi Madsoni (46) yang merupakan seorang tuna netra mengatakan menghadapi kemacetan Ibu Kota bukan perkara mudah bagi penyandang disabilitas.

Hal yang bagi warga pada umumnya mudah dapat jadi masalah serius bagi penyandang disabilitas ketika bepergian dan menambah waktu tempuh perjalanan.

"Saya naik angkot terus bilang sama sopir mau turun di RSUD Budhi Asih, tapi pas sampai sopir malah ngobrol terus lupa. Akhirnya terlewat kan, saya harus naik angkot lagi," kata Soni di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/6/2019).

Pemprov DKI memang telah menyediakan Transjakarta yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas, namun akses menuju halte pun tak mudah.

HUT ke-492 DKI, Begini Penilaian Fasilitas Ibu Kota di Mata Penyandang Disabilitas

Soni menuturkan bagaimana buruknya kondisi jembatan penyebrangan menuju halte Transjakarta yang tangganya terlalu curam dan sudah berlubang.

Ketika tiba di bagian atas jembatan, dia mengaku kerap dibuat kelabakan karena tak tahu harus melangkah ke arah mana agar tiba di Halte Transjakarta.

"Tuna netra seperti saya kan enggak tahu di mana letak halte, enggak tahu tangga turun ke halte di kanan atau kiri. Sering saya mau ke halte tapi malah cuma nyebrang doang," ujarnya.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Persatuan Tunanetra DPC Jakarta Timur ini menyebut yang paling mengerikan ketika bepergian yakni saat menyeberang.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved