Cerita Penjual Oleh-oleh di Monas: Sering Jadi Lokasi Demo, Tak Selalu Membawa Untung

Namun menurut beberapa pedagang, berjualan di sekitar Monas, tak selalu membawa untung meskipun merupakan salah satu destinasi wisata.

Cerita Penjual Oleh-oleh di Monas: Sering Jadi Lokasi Demo, Tak Selalu Membawa Untung
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Betawi Store, pusat oleh-oleh milik Pemprov DKI Jakarta bersama Bamus Betawi, di Monas Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2018). 

Menurut dia, untuk sepasang replika ondel-ondel bisa terjual dari harga Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu.

Ia pun tak menapik bahwa kios milik Pemprov DKI bersama Bamus Betawi itu sering mengalami kerugian meski ramai dikunjungi pembeli.

"Kalau demo, kadang sekalinya sepi, sepi banget. Mungkin pada takut ke sini. Tapi kalau lagi ramai, kebanyakan pembelinya ya bawa anak-anak. Nah yang belinya banyak tapi yang jaga cuma satu (kasir). Jadi ambil-ambil aja gak keliatan. Jadi kalau orang ambil, gak keliatan," ujarnya.

Kios tersebut, seharusnya memang dilengkapi oleh CCTV untuk memantau keamanan di dalam toko.

Namun, diketahui CCTV di kios tersebut sedang mengalami kerusakan.

Sang penjaga kios pun mengatakan bahwa kasir yang bertugas, sering kali kebobolan.

Lantaran tak dapat mengawasi seluruh pengunjung saat sedang ramai. Kerugian pun baru bisa terlihat setiap para pemasok memasukan dagangannya tiap bulan.

"Ruginya banyak. Bisa Rp 700 ribu. Itu ketahuannya kan ada suplayernya. ngasih data kemaren masuk barang berapa, sisa berapa. Itu bulanan. Biasanya souvenir tuh, kalau makanan gak bakal ilang, hilang juga masih bisa keganti," katanya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved