Kepolisian dan Inspektorat Tangsel Selidiki Kasus Dugaan Pungli yang Diprotes Rumini

Rumini menganggap hal itu tidak boleh dilakukan karena sudah ada dana biaya operasional sekolah (BOS) dan biaya operasional sekolah daerah (BOSDA).

Kepolisian dan Inspektorat Tangsel Selidiki Kasus Dugaan Pungli yang Diprotes Rumini
Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Rumini, mantan guru SDN Pondok Pucung 2 yang dipecat sepihak, saat berpelukan dengan salah seorang wali murid yang anaknya baru saja lulus dari SDN tersebut, Pondok Aren, Kamis (28/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN- Aparat Polres Tangerang Selatan (Tangsel) dan Inspektorat Tangsel ikut menyelidiki kasus dugaan pungli di SDN Pondok Pucung 2 yang disuarakan oleh Rumini (44), mantan guru honorer SDN tersebut.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Rumini menyuarakan kegelisahannya atas pungutan yang dibebankan kepada murid SD itu, dari mulai uang komputer, uang instalasi proyektor hingga buku pelajaran yang harus dibeli sendiri oleh para murid.

Rumini menganggap hal itu tidak boleh dilakukan karena sudah ada dana biaya operasional sekolah (BOS) dan biaya operasional sekolah daerah (BOSDA).

Bersamaan dengan protes itu, Rumini dipecat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Taryono, karena dinilai tidak cakap dalam bekerja.

"Ya untuk Bu Rumini, wali kota menugaskan Inspektorat untuk melakukan riksus (pemeiksaan khusus), surat perintah tugas mulai hari ini sampai dengan 14 hari kedepan," terang Kepala Inspektorat Tangsel, Uus Kusnaedi saat dihubungi awak media, Selasa (2/7/2019).

Ia mengatakan, fokus pemeriksaan kasus ini adalah terkait pemecatan dan dugaan pungli di SDN yang berada di kecamatan Pondok Aren itu.

"Dasar pemberhentian, dan klarifikasi pungli," jelasnya.

Pemeriksaan Inspektorat tidak hanya kepada jajaran guru dan kepala sekolah, tidak menutup kemungkinan juga melibatkan murid dan wali murid.

Jika pungli yang disebutkan Rumini benar adanya, hasilnya akan dilaporkan ke wali kota.

Komplotan Perampok Spesialis Minimarket di Sawangan Terancam 5 Tahun Penjara

Positif Gangguan Jiwa, RS Polri Sarankan Wanita Lepas Anjing Dirawat di RS Jiwa

Punya Segudang Prestasi, Burung Merpati di Bandung Terjual Rp 1 Miliar

"Ditindaklanjuti, dan yang memberikan sanksi pastinya wali kota," jelasnya.

Sementara, pihak kepolisian sudah mulai mengklarifikasi sejumlah pihak terkait kasus tersebut.

"Kita bergerak dalam ranah penyelidikan kita sendiri," terang Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho.

Yurikho mengatakan, kepolisian masih berusaha mengidentifikasi kasus itu untuk selanjutnya menentukan pasal yang disangkakan jika terbukti.

"Proses penyelidikan berjalan untuk mengetahui peristiwa apa yang terjadi termasuk merumuskan pasal apa yang akan kita sangkakan," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved