Air Tanah di Cibarusah Asin, Warga Minta Pemerintah Segera Bangun PAM

Warga di Cibarusah bukan tidak mengenal teknologi sumur pompa menggunakan mesin jet-pump

Air Tanah di Cibarusah Asin, Warga Minta Pemerintah Segera Bangun PAM
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Kekeringan di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIBARUSAH - Kekeringan di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi merupakan musibah tahunan yang terjadi ketika musim kemarau datang. Warga berharap, pemerintah setempat membangun layanan Perusahaan Air Minum (PAM) untuk solusi jangka panjang.

Mayoritas warga saat ini mengandalkan air hujan untuk kebutuhan air sehari-hari, mereka membuat sumur penampungan agar ketika musim hujan, air dapat dimanfaatkan untuk keperluan mencuri atau mandi.

Sementara untuk keperluan minum, warga biasanya membeli air bersih berupa galon isi ulang seharga Rp 5000 per galon. Namun ada juga warga yang memasak air hujan ketika sudah ditampung dan disaring terlebih dahulu.

Warga di Cibarusah bukan tidak mengenal teknologi sumur pompa menggunakan mesin jet-pump. Tetapi, air tanah di wilayah tempat tinggalnya cenderung asin dan kontur tanah yang sulit mengeluarkan air membuat warga enggan membuat sumur tersebut.

"Air tanah di sini asin, udah gitu kalau mau hali sumur harus dalam enggak bisa cuma 20-50 meter, ratusan meter baru keluar airnya," kata Neneng warga Desa Ridogalih saat dijumpai TribunJakarta.com, Jumat (5/7/2019).

Biaya untuk membuat sumur bor menurut dia cukup mahal, warga Cibarusah terutama yang tinggal di Desa Ridogalih, Ridomanah dan Sirnajati mayoritas bekerja sebagai petani dan buruh.

"Lumayan mahal, bisa abis Rp 15 juta buat bikin sumur doang, ada warga yang punya (sumur bor), tapi enggak banyak, ada juga sumur bor bantuan dari yayasan kasi ke warga buat di masjid atau di tempat umum," ujar dia.

Neneng berharap ada solusi jangka panjang, kabar akan dibangunnya jaringan PAM di wilayah tempat tinggal sempat terdengar namun hingga kini, belum ada realisas untuk memberikan layanan air bersih tersebut.

VIDEO Dahlan si Pedagang Gulali yang Ingin Pergi Ibadah Haji

Koalisi Pejalan Kaki Apresiasi Pemprov DKI Revitalisasi Trotoar Cikini-Kramat Raya

Sindir Pengendara Motor Masuk Trotoar, Koalisi Pejalan Kaki Kampanye di Simpang CSW Kebayoran Baru

"Dulu mah katanya mau dibangun PAM, tapi sampai sekarang belum ada, pengennya si emang air PAM aja biar bisa buat masak sama minum juga, kalau air sumurkan enggak bisa buat minum," jelas dia.

Hal yang sama dikatakan Amid Surya (35), menurut dia solusi penyaluran air bersih berupa layanan PAM sangat diharapkan warga. Setiap tahun, warga di Cibarusah harus memanfaatkan sisa air Kali Cihoe untuk kebutuhan sehari-hari dengan cara diangkut menggunakan jerigen.

"Kalau buat langganan air PAM yang mampu aja, selama ini juga buat minum kita beli air galon, sehari bisa beli dua galon buat masak minum, harga satu galon Rp 5000," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved