Lamaran Pria di Sulsel Ditolak karena Uang Panaik Rp 10 Juta, Sang Wanita Bunuh Diri Minum Racun
Seorang wanita tewas bunuh diri gara-gara lamaran kekasihnya ditolak keluarga. Sang pacar melamar wanita tersebut dengan uang panaik hanya Rp 10 Juta.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Wahyu Aji
Dari penelusurun awak Tribun, Selasa (9/7/2019), korban menjalin hubungan dengan Ramli.
Kisah cinta mereka kemudian ingin dilanjutkan ke jenjang selanjutnya yakni sebuah mahligai pernikahan.
Kekecewaan pun harus dirasakan keluarga pria Ramli.
Karena uang panai yang dibawa tidak sesuai dengan keinginan keluarga si perempuan.
Orangtua korban rupanya meminta uang panaik senilai Rp 15 juta, namun kesanggupan Ramli hanya Rp 10 juta.
Penolakan akhirnya didapatkan Ramli dan keluarga.
"Jadi Cia (korban) sebelum Ramadan kemarin sempat dilamar oleh kekasinya yang warga Desa Punagaya, dan bawa uang Panai 10 juta, namun tidak diterima karena pihak keluarga minta Rp 15 Juta," kata Kerabat korban yang enggan disebut namanya.
Kuatnya cinta antara korban dan si pria, membuat korban nekat kawin lari bersama Ramli.
Setelah menikah korban lalu tinggal bersama suaminya Ramli
"Karena lamaran kekasih ditolak, Cia nekad kawin lari pasca lebaran dan tinggal di kediaman Ramli," tuturnya.
• Persija Jakarta Vs Persib Bandung: Deretan Mantan Bisa Jadi Mimpi Buruk Tim Tamu
• Bruno Matos Antusias Hadapi Pertandingan Debut El Clasico Lawan Persib Bandung di SUGBK
• Ramalan Zodiak Besok, Kamis 11 Juli 2019: Aries Bertemu Orang Baru yang Akan Membuatmu Bahagia!
• Hindari Bentrok, Polisi Imbau Pendukung Persib Tak Nekat Datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno
• Prediksi Susunan Pemain Persija Jakarta Vs Persib Bandung: Ryuji Utomo Tampil dan Kembalinya Jupe
Namun karena merasa jika sebuah pernikahan tetap harus ada restu, Ramli kembali mencoba mendatangi kediaman keluarga istrinya itu.
Lagi-lagi panaik yang jumlahnya Rp 10 juta itu kembali ditolak. Karena keluarga inginnya Rp 15 juta.
"Mungkin gara-gara itumi na minum racun disana (rumah lelaki) karena lamaran ditolak orang tuanya," sambungnya.
Keluarga korban juga menolak jenasah Cia untuk diotopsi.
Kini jenasah Cia akan dimakamkan hari ini di pemakaman keluarga Kampung Karamaka, Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat, Jeneponto. (TribunTimur)