Polemik Ratna Sarumpaet

Vonis 2 Tahun Penjara Ratna Sarumpaet: Timbulkan Keonaran, Bukan Tutupi Operasi Plastik

Ratna mengirimkan beberapa foto wajahnya yang lebam pada 25 September 2019. Dia kemudian memberikan keterangan singkat "not for public".

Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Ratna Sarumpaet usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Terdakwa kasus penyebaran berita bohong, Ratna Sarumpaet dijerat pidana 2 tahun penjara.

Ratna Sarumpaet terbukti bersalah sesuai Pasal 14 ayat (1) Undang Undang nomor 1 tahun 1947 karena kebohongan yang dia buat menimbulkan keonaran.

Ratna Sarumpaet usia jalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019)
Ratna Sarumpaet usia jalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019) (KOMPAS.com - Walda Marison)

Vonis tersebut lebih rendah empat tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Simak rangkuman TribunJakarta:

1. Lebih rendah 4 tahun dari tuntutan jaksa

Majelis Hakim memvonis Ratna Sarumpaet dua tahun atas kasus penyebaran berita bohong yang menjeratnya.

Ratna terbukti bersalah, sesuai Pasal 14 ayat (1) Undang Undang nomor 1 tahun 1947 karena kebohongan yang dia buat menimbulkan keonaran.

"Menyatakan terdakwa Ratna Sarumpaet telah terbukti secara sah bersalah menyebar pemberitaan bohong. Menjatuhkan terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun," kata Majelis Hakim Joni saat membacakan vonis di pengadilan negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2019).

Hukuman Hakim ini, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakin enam tahun penjara.

Ratna awal dijerat dengan 2 pasal, pertama Pasal 14 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana karena diduga dengan sengaja menimbulkan keonaran. Kedua Pasal 28 ayat 2 UU ITE.

2. Ratna Sarumpaet berbohong bukan untuk tutupi operasi plastik

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jakarta Selatan) menganggap terdakwa Ratna Sarumpaet tidak hendak menutupi malu pasca operasi plastik saat berbohong soal wajahnya yang lebam.

Berdasarkan pengakuan Ratna dalam persidangan, dia mengaku terpaksa berbohong hanya kepada anggota keluarganya karena malu sudah tua masih operasi plastik.

Namun, pengakuan Ratna ini tak sejalan dengan bukti percakapan Ratna dengan Rocky Gerung via jaringan pribadi Whatsapp yang dimiliki hakim

"Majelis hakim berpandangan terdakwa tidak hendak untuk menutup malu," ujar Hakim Anggota Krisnugroho saat membacakan pertimbangan di PN Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

Halaman
1234
Sumber: KOMPAS
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved