Imigrasi Tangerang Sesalkan Apartemen di BSD Serpong Tak Awasi Identitas WNA Asing

Kepala Kantor Imigrasi Tangerang, Herman Lukman, mengatakan, ia mengamankan empat WNA di apartemen Akasa.

Imigrasi Tangerang Sesalkan Apartemen di BSD Serpong Tak Awasi Identitas WNA Asing
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Tim Pengawas Orang Asing (Timpora) di bawah koordinasi Kantor Imigrasi Tangerang, saat melakukan razia WNA di Serpong, Tangsel, Kamis (11/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Tim Pengawas Orang Asing (Timpora) di bawah koordinasi Kantor Imigrasi Tangerang, baru saja mengamankan 16 warga negara asing (WNA) yang tidak bisa menunjukkan identitasnya secara legal, Kamis (11/7/2019) kemarin.

Razia itu dilakukan di Apartemen Akasa BSD Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), dan beberapa titik lainnya, termasuk di perumahan di Pagedangan dan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang.

Kepala Kantor Imigrasi Tangerang, Herman Lukman, mengatakan, ia mengamankan empat WNA di Apartemen Akasa.

Herman menyayangkan pihak pengelola apartemen membolehkan WNA yang tidak bisa menunjukkan paspor itu untuk menetap di sana.

"Seharusnya pengelola manajemen agak tegas gitu lho. Setiap penghuni asing terutama harus pertama pemilik penginapan harus sama dengan pemilik kamar. Oke kalau misalnya dikontrakkan, tapi harus lapor gitu siapa yang ngontrak. Kan kalau ada apa apa gimana," ujar Herman saat dihubungi TribunJakarta.com, Jumat (12/7/2019).

"Harusnya pihak manajemen lebih tertib lagi gitu lho," tegasnya.

Sementata, Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, juga menyayangkan terkait penduduk yang tidak terdata, terlebih tidak jelas identitasnya.

"WNA, WNI, penduduk baru ya harus koordinasi atau laporan ke RT setempat. Apakah secara langsung atau dikoordinir oleh pihak manajemen ya boleh-boleh saja, tapi itu harus dilakukan," ujar Benyamin melalui sambungan telepon.

Ben, sapaan karibnya pun menegaskan akan menegur pihak pengelola apartemen jika terjadi kejadian serupa.

"Ya kalau terkait bangunannya sih itu sudah ada IMB ya, tapi inikan persoalan administrasi kependudukannya, ya nanti kita akan peringatkan kalau umpamanya dia masih tetap melakukan hal hal seprrti itu tidak melaporkan ada WNA di apartemennya, seperti teguran itu bisa dilakukan," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved