Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Sebut Tangsel Belum Siap Akomodir Akses Tol Nasional dan MRT

Keduanya merupakan akses transportasi yang mendukung Tangsel sebagai kota Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Sebut Tangsel Belum Siap Akomodir Akses Tol Nasional dan MRT
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Ketua PHRI Tangsel, Gusri Effendi, di Serpong, Tangsel, Rabu (17/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Tangerang Selatan (Tangsel) diuntungkan dengan sejumlah proyek tol nasional yang sedang dibangun seperti di antaranya tol Serpong-Cinere dan juga perpanjangan jalur MRT yang sedang dalam proses pengkajian.

Keduanya merupakan akses transportasi yang mendukung Tangsel sebagai kota Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Namun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengkritisi soal pembangunan infrastruktur di Tangsel yang dinilai belum siap untuk mengakomodir akses tol dan MRT.

Ketua PHRI Tangsel, Gusri Effendi, menyontohkan, ketidaksiapan infrastruktur Tangsel terlihat di Jalan Tegal Rotan yang dekat dengan pintu masuk dan keluar Tol Jakarta-BSD.

Infrastruktur Stadion Kian Baik, PSSI AJukan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021

Menurutnya, jalan itu kerap macet karena jalan mengecil pada jalur menuju arah Pasar Ciputat.

"Tapi Tangsel juga secara lokal harus mempersiapkan infrastrukturnya. Kan tol itu sudah bagus. Nah masuk ke Tangsel, itu menyempit seperti kasus sini sama Tegal Rotan. Jadi internal dserah itu harus siap mempersiapkan infrastruktur."

"Yang tadi dibicarakan kan infrastruktur nasional, ya tol, MRT, tapi infrastruktur yang seperti di Ciputat, di Jombang, di Tegal Rotan, keluar tol jalan kecil jadi kaya tutup botol," papar Gusri di Serpong, Rabu (17/7/2019).

Gusri beranggapan jika pembangunan di lokal tidak dipersiapkan, maka tol nasional dan perpanjanjangan jalur MRT hanya menjadi malapetaka.

"Akhirnya infrastruktur yang dibangun nasional bagus, tapi daerah tidak bisa nangkapnya, itu bisa jadi malapetaka," ujarnya.

Selain soal infrastruktur akses jalan, Gusri juga menegaskan soal kualitas lingkungan dan air jika Tangsel ingin bersaing dengan MICE-nya.

"Persoalan lingkungan juga harus diperhatiin. Persoalan sampah dan keberadaan air. Karena dia menjadi alat ukur, menjadi dia objek. Kota itu menjadi kota jasa, kota perdagangan yang baik, yang mempunyai kemampuan berkompetisi," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved