Pengunjung Perpustakaan Daerah Tangerang Selatan Keluhkan Pengelolaan Buku
Perpustakaan Daerah Tangerang Selatan masih belum memfasilitasi minat baca warga dengan pengelolaan buku yang baik.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Perpustakaan Daerah Tangerang Selatan masih belum memfasilitasi minat baca warga dengan pengelolaan buku yang baik.
Perpustakaan itu berada di Kompleks Graha Mitra, Pamulang, hanya seukuran satu petak ruko di belakang gedung kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.
Untuk 1,6 juta warga Tangsel, perpustakaan daerah hanya memiliki 3.999 judul buku.
Arum, mahasiswi pascasarjana yang tinggal di Pamulang, mengaku sering berkunjung ke perpustakaan itu.
"Ya saya cukup sering, hampir seminggu tiga kali," ujar Arum saat ditemui di perpustakaan itu.
Arum mengeluhkan pengelolaan buku yang disebutnya kurang baik karena tata letak buku masih acak.
"Bukunya masih acak penempatannya. Bukunya juga kurang. Ya seperti buku teori, itu masih kurang," ujarnya.
Fasilitas yang tersedia pun masih kurang.
Di bagian atas yang banyak terdapat kursi dan meja berbilik tidak dilengkapi colokan listrik untuk pengunjung yang menggunakan laptop dan ponsel.
"Ini colokannya masih narik. Iya harusnya ada setiap meja," ujarnya.
Pantauan TribunJakarta.com, saat mencoba mencari buku bertema Tangsel, si petugas tidak bisa menunjukkannya.
"Memang belum terdata semua mas," ujar petugas tersebut.
Menengok Perpustakaan Daerah Tangsel yang Memiliki Koleksi Ribuan Judul Buku
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/seseorang-sedang-membaca-buku-di-perpustakaan-daerah-tangsel-jalan-siliwangi.jpg)