Gara-gara Cemburu Istri Main Serong Kakek Tetangga Dibunuh, Pelaku Terkapar di Pantai
Daeng Kulle (68) mengunci diri bersama istrinya, Bunga Daeng Bau (60), di dalam rumah panggungnya. Sementara Daeng Ngence sudah tewas.
Penulis: Y Gustaman | Editor: Y Gustaman
Istri Daeng Ngence tak kuasa lagi berdiri. Nenek berambut panjang yang sudah memutih ini hanya duduk menangisi suaminya.
Teriakan keluarga Daeng Ngence membangunkan warga yang masih terlelap, begitu juga mereka yang baru selesai salat Subuh berlarian ke sumber teriakan.
Kabar terbunuhnya Daeng Ngence beredar cepat.
Kapolsek Bangkala Iptu Bahtiar bersama beberapa personel polisi tiba di depan rumah Daeng Ngence
Pukul 06.00 Wita
Sekitar 40-an personel polisi dipimpin Kabag Ops Kompol Mahmud dan Kasat Reskrim AKP Boby Rachman dan Kasat Binmas Polres Jeneponto AKP Syahrul tiba di lokasi.
Massa sudah berkumpul di sekitar rumah Daeng Kulle.
Berdasar sejumlah video yang beredar, dua anggota polisi naik ke rumah panggung Daeng Kulle, memegang pistol.
Di antara warga polisi lainnya bersenjata laras panjang menyebar, mencoba membuat situasi kondusif.
Ada warga menusukkan galah ke dinding rumah panggung Daeng Kulle.

Daeng Kulle yang berkaus kuning dan becelana pendek warna merah marun keluar dari dalam rumah sambil membawa parang.
Ia melewati tiga polisi, tal peduli mereka memegang senjata api di teras rumahnya, lalu menuruni tangga rumahnya.
Daeng Kulle mempercepat langkahnya menuju pantai, mengacungkan parang ke tengah massa yang berkerumun untuk membuka jalan.
Massa memburu Daeng Kulle.
Terdengar teriakan warga mengajak yang lain untuk membalaskan dendam Daeng Ngence. Ibu-ibu juga ikut-ikutan.
Sempat terdengar dua kali tembakan polisi, tapi massa terus mengejar dan menghakimi Daeng Kulle.