Gara-gara Cemburu Istri Main Serong Kakek Tetangga Dibunuh, Pelaku Terkapar di Pantai

Daeng Kulle (68) mengunci diri bersama istrinya, Bunga Daeng Bau (60), di dalam rumah panggungnya. Sementara Daeng Ngence sudah tewas.

Penulis: Y Gustaman | Editor: Y Gustaman
Tribun Timur/Ikbal Nurkarim
Daeng Kulle tergeletak di hamparan rumput laut setelah diamuk massa di Dusun Batu Le'leng Barat, Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu (24/7/2019) pagi. 

Istri Daeng Ngence tak kuasa lagi berdiri. Nenek berambut panjang yang sudah memutih ini hanya duduk menangisi suaminya.

Teriakan keluarga Daeng Ngence membangunkan warga yang masih terlelap, begitu juga mereka yang baru selesai salat Subuh berlarian ke sumber teriakan.

Kabar terbunuhnya Daeng Ngence beredar cepat. 

Kapolsek Bangkala Iptu Bahtiar bersama beberapa personel polisi tiba di depan rumah Daeng Ngence
Pukul 06.00 Wita

Sekitar 40-an personel polisi dipimpin Kabag Ops Kompol Mahmud dan Kasat Reskrim AKP Boby Rachman dan Kasat Binmas Polres Jeneponto AKP Syahrul tiba di lokasi.

Massa sudah berkumpul di sekitar rumah Daeng Kulle. 

Berdasar sejumlah video yang beredar, dua anggota polisi naik ke rumah panggung Daeng Kulle, memegang pistol.

Di antara warga polisi lainnya bersenjata laras panjang menyebar, mencoba membuat situasi kondusif.

Ada warga menusukkan galah ke dinding rumah panggung Daeng Kulle.

Polisi menenangkan massa yang mengerumuni Daeng Kulle, pelaku pembunuhan Daeng Ngence di Dusun Batule'leng, Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Rabu (24/7/2019) pagi.
Polisi menenangkan massa yang mengerumuni Daeng Kulle, pelaku pembunuhan Daeng Ngence di Dusun Batule'leng, Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Rabu (24/7/2019) pagi. (Tribun Timur/Ikbal Nurkarim)

Daeng Kulle yang berkaus kuning dan becelana pendek warna merah marun keluar dari dalam rumah sambil membawa parang.

Ia melewati tiga polisi, tal peduli mereka memegang senjata api di teras rumahnya, lalu menuruni tangga rumahnya.

Daeng Kulle mempercepat langkahnya menuju pantai, mengacungkan parang ke tengah massa yang berkerumun untuk membuka jalan. 

Massa memburu Daeng Kulle.

Terdengar teriakan warga mengajak yang lain untuk membalaskan dendam Daeng Ngence. Ibu-ibu juga ikut-ikutan.

Sempat terdengar dua kali tembakan polisi, tapi massa terus mengejar dan menghakimi Daeng Kulle.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved