Sempat Berselisih dengan Gus Dur & Dipecat Jadi Menteri, Yusril Beri Pengakuan Ini Singgung Megawati

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra memberikan pengakuan soal perselisihan dengan Gus Dur hingga dirinya dipecat jadi menteri

Sempat Berselisih dengan Gus Dur & Dipecat Jadi Menteri, Yusril Beri Pengakuan Ini Singgung Megawati
Kompas.com/Tribunnews
Yusril - Gus Dur 

Kendati demikian, rupanya Yusril sempat dipecat menjadi menteri gara-gara berselisih dengan Gus Dur.

"Ada perselisihan jalan saat itu dengan Presiden Gus Dur. Terdapat dua perselihan yakni mengenai keinginan Gus Dur menghapus TAP MPRS No 25 Tahun 1966 tentang larangan terhadap ajaran Marxisme, komunisme dan Leninisme dalam berbagai bentuk.

Ada juga keinginan beliau untuk melakukan dekrit membubarkan MPR dan DPR karena saat itu sudah ada proses memorandum DPR kepada MPR untuk meminta pertanggungjawaban Presiden RI," jelas Yusril.

Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra (YouTube/Alvin&Friends;)

Yusril menyatakan, saat itu ia memberikan penjelasan kepada Gus Dur bahwa dalam keadaan seperti itu sebaiknya pemilik nama asli Abdurrahman Wahid itu mengundurkan diri sebagai Presiden RI.

Saran untuk mengundurkan diri itu lantas membuat Yusril dan Gus Dur justru berselisih paham.

Selanjutnya, saran Yusril itu tampak tak digubris Gus Dur hingga kemudian Presiden RI tersebut menyampaikan keinginannya di sidang kabinet.

Nikahi Aktor yang Beda Usia 11 Tahun, Intip Suasana Rumah Alyssa Soebandono, Dapurnya Super Elegan

Polisi Korbankan Nyawa Demi Selamatkan Soekarno dari Teror Jakarta, Begini Perjuangan Oding Suhendar

"Disitu kita mulai berselisih. Saya ingat betul ketika ada sidang kabinet dan duduk disebelah Bu Megawati. Saat Gus Dur mengungkapkan keinginannya untuk dekrit pembubaran MPR dan DPR itu dan sudah ada memorandum untuk dijawab Presiden," papar Yusril.

Adanya memorandum yang harus dijawab Gus Dur itu, Yusril justru memiliki firasat bahwa dirinya yang justru bakal diminta untuk menjawab.

Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri (Harian Warta Kota/henry lopulalan)

"Saya sudah menduga pasti saya yang diminta untuk menjawab. Bahkan saya sempat berbicara dengan Ibu Megawati, 'Mba ini bagaimana kok MPR minta pertanggungjawaban Presiden, nanti bisa-bisa ibu yang disuruh', 'Loh saya juga enggak mau kata Bu Megawati'," ucap Yusril.

Menanggapi hal tersebut, Yusril menjelaskan Presiden RI tak perlu membubarkan MPR dan DPR karena situasinya telah berbeda dengan tahun 1959, ketika Soekarno membuat dekrit.

Nikahi Konglomerat Properti, Begini Suasana Ruang Tamu dan Kamar Tidur Kahiyang Ayu

Bisnis Sempat Sukses, Sriyono Bos Siomay Pink Kini Rugi Miliaran Rupiah & Dagang di Pinggir Jalan

Halaman
1234
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved