Idul Adha 2019

Cerita Yana Pengidap Skleroderma yang Punya Niat Kuat Berkurban Tahun Ini

Kondisi ini terjadi saat sistem imunitas tubuh menyerang jaringan ikat,sehingga kulit menjadi tebal atau keras.

Tayang:
Penulis: Afriyani Garnis | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/AFRIYANI GANIS
Yana (39) saat ditemui di kedimannya di Jalan Swasembada Barat 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Yana (39) merupakan seorang janda yang mengalami penyakit autoimun skleloderma.

Terhitung sudah dua bulan Yana mengganggur setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya.

Penyakit yang dialaminya sedikit banyaknya menyulitkan aktivitasnya dalam bekerja.

14 tahun bekerja dan sudah 10 tahun bertahan dengan penyakitnya membuat Yana lebih memilih mundur.

Dilansir dari www.alodokter.com, diketahui skleroderma adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan pengerasan dan penebalan kulit dan masalah pada organ dalam tubuh. 

Kondisi ini terjadi saat sistem imunitas tubuh menyerang jaringan ikat, sehingga kulit menjadi tebal atau keras.

Selain menyerang jaringan ikat kulit, skleroderma juga dapat terjadi pada organ dalam tubuh, seperti timbulnya jaringan parut pada paru-paru atau ginjal, serta pengerasan pembuluh darah yang memicu terjadinya kerusakan jaringan dan tekanan darah tinggi.

Kelainan gen dan faktor lingkungan diduga memicu terjadinya penyakit ini.

Kambing seharga Rp 1,9 juta yang dibeli Yana melalui Juwono, pada Minggu (28/7/2019) lalu.
Kambing seharga Rp 1,9 juta yang dibeli Yana melalui Juwono, pada Minggu (28/7/2019) lalu. (TRIBUNJAKARTA.COM/AFRIYANI GANIS)

Meski belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit ini, penderita skleroderma masih dapat hidup dengan produktif.

Penanganan dengan pengobatan dan terapi dapat mengendalikan gejala skleroderma yang timbul.

Yana pun hingga saat ini belum menemukan obat untuk menyembuhkan sakitnya.

Setiap harinya madu dan obat herbal menjadi alternatif pengobatannya.

"Saya bisa saja ke rumah sakit ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) tapi belum waktunya, obatnya juga banyak, efeknya ya lebih enak aja dibadan, tapi kalau harus melulu kesana tidak bisa, saya kalau kecapean juga tidak jisa, naik tangga engga bisa, apalagi kedinginan," kata Yana saat ditemui di kediamannya di Jalan Swasembada Barat 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara, (31/7/2019).

Kini, Yana hanya mengandalkan pengembalian uang dari beberapa temannya yang pernah meminjam uang kepadanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved