Ibadah Haji 2019

Katering Sediakan Roti untuk Makan Pagi, Jemaah Haji Minta Sarapan Nasi ke Menteri Agama

Amirul Hajj yang juga Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin menerima keluhan jemaah haji Indonesia yang menginginkan sarapan nasi.

Katering Sediakan Roti untuk Makan Pagi,  Jemaah Haji Minta Sarapan Nasi ke Menteri Agama
Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi jemaah haji Indonesia asal Jawa Tengah di wilayah Jarwal, Makkah, Kamis (1/8/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKKAH – Jemaah haji Indonesia mengeluh minta sarapan nasi selama di Mekkah ke Menteri Agama.

Amirul Hajj yang juga Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin, menerima keluhan jemaah haji Indonesia yang menginginkan sarapan nasi di pagi hari.

Sejauh ini menu layanan katering bagi jemaah haji selama di tanah suci memang belum menyediakan menu sarapan nasi, karena adanya beberapa kendala terutama budaya orang Arab Saudi yang tak mengenal istilah sarapan dengan makanan berat.

Konsultan Gelar Manasik Bagi Petugas Haji karena Prosesi Ibadah Berbeda Dengan Jemaah Lainnya

Lukman mendengar curhatan sejumlah jemaah haji dari Embarkasi Solo (SOC) Jawa Tengah saat dia mengunjungi hotel jemaah haji di kawasan Jarwal.

“Sejauh ini memang makan yang didistribusikan kepada jamaah memang untuk makan siang dan makan malam. Sementara untuk makan pagi kita siapkan roti dengan perlengkapan untuk membuat teh dan membuat kopi begitu selama di Mekkah,” kata Lukman.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi jemaah haji Indonesia asal Jawa Tengah di wilayah Jarwal, Makkah, Kamis (1/8/2019)
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi jemaah haji Indonesia asal Jawa Tengah di wilayah Jarwal, Makkah, Kamis (1/8/2019) (Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019)

Pada saat peninjauan, Menag masuk ke kamar jemaah dan berdialog dengan penghuni kamar tersebut.

Lukman bertanya soal layanan hotel, air minum, hingga toilet, kemudian konsumsi yang didapatkan jemaah.

Ketika itu, sejumlah jemaah haji menyampaikan keinginan mereka untuk bisa mendapatkan sarapan berupa nasi bukan roti.

“Jadi memang ada masukan dari jamaah bagaimana kalau makan sehari tiga kali tentu ini akan menjadi perhatian kita. Tapi problemnya pada distribusinya untuk menu roti itu kita distribusikan pada saat makan malam, mendistribusikannya,” katanya.

Lukman Hakim mengatakan selama ini perusahaan katering yang menjadi rekanan di Arab Saudi kerap kali kesulitan dalam soal distribusi makanan kepada jemaah.

Jemaah Haji Aceh Terima Uang Wakaf dari Baitul Asyi di Makkah, Per Orang Dapat Rp 4,5 Juta

“Kalau harus ada makan pagi itu berarti setiap perusahaan katering harus mendistribusikan tiga kali dalam sehari sesuatu yang memang tidak mudah mengingat kondisi kota Makkah sangat padat khususnya hari-hari menjelang wukuf. Ini tentu menjadi masukan yang harus dipertimbangkan,” katanya.

Oleh karena itu, Menag berharap jemaah dapat memahami keterbatasan tersebut dan pihaknya akan menjadikan masukan tersebut sebagai evaluasi agar ke depan pelayanan dalam penyelenggaraan haji dapat lebih dioptimalkan.

Editor: Muji Lestari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved