Tumpukan Sampah di Tugu Selatan Berasal dari Warga Koja dan Kelapa Gading

Warga dari dua kecamatan itu sudah membuang sampah bertahun-tahun di kawasan yang dikenal dengan nama Tanah Merah itu.

Tumpukan Sampah di Tugu Selatan Berasal dari Warga Koja dan Kelapa Gading
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Tempat pembuangan sampah di tengah-tengah permukiman RW 07 Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (3/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Tumpukan sampah di tempat pembuangan RW 07 Kelurahan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, sudah ada sejak puluhan tahun lamanya.

Sekretaris RW 07 Tugu Selatan, Herman mengatakan, sampah yang menumpuk di sana berasal dari warga Kecamatan Koja dan Kelapa Gading.

Warga dari dua kecamatan itu sudah membuang sampah bertahun-tahun di kawasan yang dikenal dengan nama Tanah Merah itu.

Tempat pembuangan sampah di tengah-tengah permukiman RW 07 Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (3/8/2019).
Tempat pembuangan sampah di tengah-tengah permukiman RW 07 Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (3/8/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

"Memang sudah menjadi tempat pembuangan sampah, sampah juga tidak berasal dari warga Tanah Merah. Banyak sekali sampah-sampah juga dari Kelapa Gading," ucap Herman saat ditemui di Sekretariat RW 07 Tugu Selatan, Sabtu (3/8/2019).

Herman mengatakan, warga sudah bertahun-tahun membuang sampahnya di kawasan itu bukan tanpa alasan.

Menurut dia, keterbatasan lahan pembuangan sampah membuat warga Koja dan Kelapa Gading yang berada di perbatasan Kali Betik, Tugu Selatan, terpaksa membuang sampah di sana.

"Karena keterbatasan tempat pembuangan sampah di Kecamatan Koja dan Kelapa Gading," ucap Herman.

Warga sempat melakukan upaya swadaya dengan menggali bekas sampah yang kemudian diganti menjadi urukan.

Ada pula pos bersama di sekitar tempat pembuangan sampah yang digunakan untuk mengawasi masuknya sampah basah.

Terakhir, RW setempat akhirnya berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengadakan truk sampah.

Herman mengatakan, pengangkutan dilakukan dengan dibantu pengerahan unit dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara.

Saat ini, warga sudah menerima pengerahan dua unit truk sampah. Namun, dalam sehari hanya dilakukan sekali pengangkutan.

Adapun luas area yang menjadi tempat pembuangan sampah di kawasan itu sebesar 10 hektar.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved