Orang Tua Aurel Minta Pemkot Tangerang Selatan Evaluasi Sistem Pembinaan Paskibra

Ia mencatat kejadian di luar batas seperti push up dengan tangan mengepal di aspal, disuruh memakan jeruk beserta kulitnya

Orang Tua Aurel Minta Pemkot Tangerang Selatan Evaluasi Sistem Pembinaan Paskibra
Istimewa/Tangkap layar Instagram @benyamindavnie
Paskibra Tangerang Selatan Aurellia meninggal dunia 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Kenyataan pahit harus ditelan pasangan Faried Abdurrahman dan Wahyuniarti, atas anaknya yang meninggal dunia pada masa pendidikan dan pelatihan (diklat) Paskibra Tangerang Selatan (Tangsel).

Seperti diketahui, anak itu bernama Aurellia Qurratu Aini, atau Aurel, pelajar SMA Islam Al-Azhar BSD Serpong, yang diduga meninggal karena kelelahan mengukuti diklat.

Faried yang juga seorang Purna Paskibra, tahu benar anaknya sudah menjalani pelatihan yang berlebih dari standardnya.

Terlebih Aurel tidak pernah memiliki riwayat penyakit dalam, melainkan hanya masuk angin dan sakit kepala. Itupun dialami sebelum diklat.

Ia mencatat kejadian di luar batas seperti push up dengan tangan mengepal di aspal, disuruh memakan jeruk beserta kulitnya.

Hingga tugas berat menulis diary berpuluh-puluh halaman akibat tulisan buku harian selama 22 hari dianggap salah setelah dikoreksi.

Belum lagi kontak fisik yang dicatat semacam tamparan dan cubitan yang membuat luka lebam di beberapa bagian tubuh Aurel.

Faried tegas mengatakan tidak akan membawa kejanggalan yang terjadi dan mengakibatkan kematian putrinya, ke pihak kepolisian.

Faried hanya ingin Pemkot Tangsel segera berbenah. Ia ingin jajaran Wali Kota Airin Rachmi Diany mengevaluasi sistem pembinaan Paskibraka di wilayahnya.

Halaman
12
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved