Mati Lampu
Trauma Mati Listrik, Penumpang MRT Beralih ke TransJakarta
Penumpang MRT beralih menggunakan bus TransJakarta lantaran trauma ihwal mati listrik yang terjadi kemarin, Minggu (4/8/2019).
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sebab, PT MRT Jakarta sempat menggratiskankan biaya perjalanan Moda Raya Terpadu (MRT), kemarin atau Minggu (4/8/2019).
"Benar. Kemarin kami sempat kasih gratis biaya tiket karena sedang alami gangguan listrik," jelas Kamaluddin.
Kamaluddin menjelaskan, kini suplai daya listrik 60MVA ke gardu induk MRT sedang mempertimbangkan cadangan titik pasokan listrik.
Itu dilakukan dengan tujuan kereta listrik MRT dapat terus beroperasi lancar.
"MRT sudah mempertimbangkan cadangan titik pasokan listrik dari dua gardu induk PLN yang berbeda, yaitu (GI) PLN dari GI PLN Pondok Indah dan GI PLN CSW," jelas Kamaluddin.
Sebabnya, pembangkit cadangan atau back-up genset MRT saat ini didesain dan dioperasikan untuk kebutuhan listrik di tiap stasiun MRT saja.
Alhasil, kebutuhan listrik kereta MRT ini membutuhkan energi listrik cadangan.
Namun, Kamaluddin menyatakan energi listrik 60MVA terlalu besar untuk dibuatkan pembangkit cadangan listrik MRT.
"Kebutuhan listrik untuk kereta ratangga sebesar 60MVA, sebetulnya terlalu besar untuk dibuatkan pembangkit cadangan atau backup genset di internal MRT," ucap Kamaluddin.
"Tapi prioritas utama kami tetap berkoordinasi intensif dengan PLN. Nanti kami kabarkan lagi," pungkas Kamaluddin.
MRT Hentikan Operasi untuk Sementara
Buntut gangguan listrik PLN, pihak MRT menutup layanannya.
Stasiun MRT sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin tampak lenggang dari pengunjung.
Pantauan Tribunnews.com hingga pukul 14.50 Wib, Stasiun MRT Bendungan Hilir ditutup.
Petugas keamanan dibantu Satpol PP berjaga di pintu stasiun memberitahu bahwa MRT tidak beroperasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/suasana-penumpang-transjakarta-senin-582019.jpg)