BPOM Temukan Kosmetik Ilegal Asal Cina di Tangerang Senilai Rp 36 Miliar Dijual Online

Produk kosmetik ilegal asal Cina makin marak diperjualbelikan di Indonesia terutama di Tangerang.

BPOM Temukan Kosmetik Ilegal Asal Cina di Tangerang Senilai Rp 36 Miliar Dijual Online
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Penggerebekan gudang kosmetik ilegal asal Cina di Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang oleh BPOM Banten dan Polda Metro Jaya, Senin (5/8/2019) tengah malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPONDOH - Produk kosmetik ilegal asal Cina makin marak diperjualbelikan di Indonesia terutama di Tangerang.

Bahkan, produk kosmetik yang tidak berlabel aman untuk digunakan itu dijual secara bebas oleh oknum via media sosial alias online.

Hal itu terkuak ketika BPOM Banten melakukan penggerebekan sebuah gudang penyimpanan kosmetik di kawasan Green Lake City, Cipondoh Kota Tangerang pada Senin (5/8/2019) tengah malam.

Penggerebekan gudang kosmetik ilegal asal Cina di Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang oleh BPOM Banten dan Polda Metro Jaya, Senin (5/8/2019) tengah malam.
Penggerebekan gudang kosmetik ilegal asal Cina di Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang oleh BPOM Banten dan Polda Metro Jaya, Senin (5/8/2019) tengah malam. (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Kepala BPOM Banten, Sukriadi Darma mengatakan jajarannya bersama Polda Metro Jaya berhasil mengamankan 37.643 buah kosmetik ilegal di ruko empat tingkat tersebut.

"Dalam penggerebekan ini, petugas menemukan 37.643 buah kosmetik dari 68 merek kosmetik ilegal asal Cina yang tersimpan di lantai dua ruko milik YTT warga asal Tiongkok," jelas Sukriadi di Cipondoh, Kota Tangerang.

Pasalnya, YTT yang baru enam bulan menempati ruko tersebut tidak mengantongi izin jual beli kosmetik dari BPOM Banten.

YTT yang masih buron tersebut pun nekat menjual barang kosmetiknya melalui sebuah platform jual beli online.

Bila ditotal, lanjut Sukriadi, nilai jual kosmetik tersebut mencapai puluhan miliar tanpa dilengkapi sertifikat uji kelaikan oleh BPOM Banten.

"Dari 68 merek, salah satunya perias wajah, dengan nilai hampir Rp 36 miliar. Menurut undang-undang, semua produk masuk ke wilayah Indonesia harus punya izin BPOM berupa notifikasi, dan setelah diperiksa semua kosmetik tidak ada notifikasi," terang Sukriadi.

Jadi Solusi Pemprov DKI Tekan Polusi Udara, Penjualan Tanaman Lidah Mertua Meningkat

Rekam Video Permintaan Maaf Galih Ginanjar di Dalam Bui, Farhat Abbas Disebut Polisi Langgar Aturan

Dari penggerebekan tersebut, petugas mengamankan enam karyawan dan masih mencari keberadaan pemilik toko asal negara Cina tersebut.

Berdasarkan Undang-undang nomor 36 tahun 2009 Pasal 197 tentang kesehatan, YTT dapat dijerat hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved