Tolak Hubungan Badan Jadi Pemicu Jumharyono Bunuh Istrinya

Kapolsek Kramat Jati Kompol Nurdin Arrahman mengatakan pelaku dengan korban sudah bertengkar sebelum meminta berhubungan badan kepada Khoriah

Tolak Hubungan Badan Jadi Pemicu Jumharyono Bunuh Istrinya
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kapolsek Kramat Jati Kompol Nurdin Arrahman di Jakarta Timur, Selasa (6/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Jumharyono (43) mengaku tega membunuh sang istri, Khoriah pada Selasa (6/8/2019) sekira pukul 02.00 WIB karena permintaan hubungan badannya ditolak korban.

Kapolsek Kramat Jati Kompol Nurdin Arrahman mengatakan pelaku dengan korban sudah bertengkar sebelum meminta berhubungan badan kepada Khoriah.

"Pas kejadian pelaku meminta berhubungan badan, dia minta sambil marah-marah ke korban. Dia memaki istrinya pakai kata-kata kotor," kata Nurdin di Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/8/2019).

Kala itu, Jumharyono meminta korban untuk kembali melayani nafsunya namun ditolak Khoriah yang kelelahan menjajakan makanan ringan.

Kesal permintaannya ditolak, Jumharyono menuju kamar mandi lalu mengambil batu berukuran besar yang digunakan sebagai ganjalan pintu kamar mandi.

"Batu itu digunakan untuk melukai wajah istrinya, semacam batu bata. Dia juga mau menusuk korban menggunakan pisau, tapi berhasil ditangkis korban," ujarnya.

Tak puas melukai wajah Khoriah dengan batu, Jumharyono mengambil gunting lalu menikam bagian perut Khoriah hingga tewas.

Tindaklanjuti Ingub 66 Tahun 2019, Transjakarta Bakal Tambah 310 Armada Bus Sedang

Cerita Samsir, Penjual Uang Kuno di Pasar Baru, Dagang Sejak 1960 Hingga Kerap Ditipu Pembeli

Merujuk hasil pemeriksaan awal Tim Identifikasi Polsek Kramat Jati, Nurdin menyebut tersangka setidaknya menikam korban hingga empat kali.

"Dia menusuk bagian perut istrinya, ditusuk beberapa kali, tiga sampai empat kali. Setelah istrinya meninggal dia berniat bunuh diri dengan cara membakar kontrakan," tuturnya.

Nurdin mengatakan pria yang berprofesi sebagai kuli semangka di Pasar Induk Kramat Jati itu pertama menyulut api di kasur dekat RY (5) terlelap.

Namun saat api berkobar Jumharyono memilih menyelamatkan diri meninggalkan RY yang merupakan anak tirinya hingga nyaris tewas.

"Karena yang pertama terbakar itu kasur anaknya yang berada dekat situ mengalah luka bakar. Luka bakarnya 80 persen, sekarang masih dirawat di RS Polri," lanjut Nurdin.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved