Imigrasi Jakarta Barat Amankan Puluhan Imigran Afrika di Apartemen Tanjung Duren

Daud mengatakan, saat ini pihaknya pun masih melakukan pemeriksaan intensif kepada para imigran tersebut sebelum mendeportasi ke negara asalnya

Imigrasi Jakarta Barat Amankan Puluhan Imigran Afrika di Apartemen Tanjung Duren
Dokumentasi Imigrasi Jakarta Barat
Para imigran asal over stay yang terjaring operasi karena over stay diamankan di Kantor Imigrasi Jakarta Barat 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Imigrasi Jakarta Barat mengamankan puluhan imigran asal Afrika di apartemen kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, dini hari tadi.
Kasie Intelijen Keimigrasian Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Daud Satrya mengatakan total ada 24 imigran dari empat negara Afrika yang terjaring dalam operasi ini.

Pasalnya, para imigran itu diketahul telah melanggar izin tinggal atau over stay.

"Rinciannya imigran asal Uganda 3 orang, Senegal 2 orang, Ghana 1 orang dan sisanya berasal dari Nigeria. Mereka diamankan dari beberapa kamar di apartemen itu," kata Daud saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Jumat (9/8/2019).

Daud mengatakan, lama over stay atau pelanggaran izin tinggal yang dilakukan para imigran di tempat ini berbeda-beda.

"Mereka itu kan over stay, ada yang sudah satu tahun, bulanan dan ada yang baru lewat beberapa hari aja," kata Daud.

Daud mengatakan, saat ini pihaknya pun masih melakukan pemeriksaan intensif kepada para imigran tersebut sebelum mendeportasi ke negara asalnya.

Termasuk menanyakan motif mereka menetap lama di Indonesia.

Bupati Sidak Lapak Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang: Sebut 100 Persen Sehat

Sakit Hati Tawaran Bonceng Ditolak hingga Meludah ke Wajah, Alasan Rinto Habisi Nyawa Kristina

Gagal Kalahkan Persela: Persib Tidak Bisa Pertahankan Keunggulan, Pemain Belakang Kurang Efektif

"Sekarang telah kami amankan di ruang detensi di kantor kita. Jadi kalau langsung bisa dideportasi ya kita deportasi," kata Daud.

Dari ke-24 imigran tersebut, Daud belum bisa memastikan apakah ada yang terlibat kriminal di tanah air.

"Masih kita dalami karena berdasarkan pengalaman kami tujuan mereka itu ke Indonesia macam-macam, ada yang berdagang dan pernah juga ada yang terlibat penipuan. Intinya mereka semua over stay," kata Daud.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved