Konsep Sparta, Solusi Mengurangi Kekerasan Anak Ala Kak Seto Mulyadi
Sebab, untuk mengurangi tingkat kekerasan terhadap anak, bukan hanya peran pemerintah saja. Tapi masyarakat juga dapat berperan penting
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Pemerhati dan Psikolog anak, Seto Mulyadi, mengimbau masyarakat membuat seksi perlindungan anak tingkat rukun tetangga (Sparta) guna mengurangi kekerasan terhadap anak.
"Konsep sparta itu berguna untuk mengurangi kekerasan terhadap anak di tingkat RT dan RW," kata Kak Seto, pada konferensi pers di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019).
Sebab, untuk mengurangi tingkat kekerasan terhadap anak, bukan hanya peran pemerintah saja. Tapi masyarakat juga dapat berperan penting.
"Jadi, konsep sparta itu punya link juga yang sangat cepat sebetulnya dengan pihak kepolisian," ujar Kak Seto.
Dengan melibatkan masyarakat guna mengurangi tingkat kekerasan terhadap anak pun sudah termaktub dalam amanat perlindungan anak.
"Hal preventifnya, itu adalah di dalam amanat perlindungan anak yang menyatakan bukan hanya pemerintah saja yang bertanggung jawab, bukan juga hanya orang tua, tapi masyarakat," jelas Kak Seto.
• Polisi Pastikan Proses Hukum Jefri Nichol Tetap Berjalan
• KPAI Belum Mendapat Penjelasan dari Pemkot Tangsel Terkait Kematian Calon Paskibraka Aurel
Semua pernyataan Kak Seto tersebut, diutarakan lantaran kasus calon paskibraka dari SMA Al Azhar BSD Serpong Tangerang Selatan, AQ (16), meninggal di kediamannnya, karena diduga mengalami kekerasan oleh seniornya saat berlatih paskibraka.
Kak Seto menilai bahwa pihak sekolah dan Pemerintah Tangerang Selatan kecolongan dalam hal pengawasan.
"Makanya, ini berarti semacam kecolongan juga, bagaimana peran dari RT RW tadi. Jadi mohon masukan kepada wali kota Tangerang Selatan supaya diberdayakan kembali peran dari sparta," tutupnya.