Penghormatan Terakhir Diberikan kepada Polycarpus Swantoro, Pendiri Kompas Gramedia

Acara misa pelepasan Polycarpus Swantoro digelar di Gedung Kompas Gramedia, pagi ini.

Penghormatan Terakhir Diberikan kepada Polycarpus Swantoro, Pendiri Kompas Gramedia
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Prosesi pelepasan jenazah Polycarpus Swantoro di Gedung Kompas Gramedia. Para karyawan turut hadir untuk memberi penghormatan terakhir, Selasa (13/8/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Polycarpus Swantoro, salah seorang pendiri Kompas Gramedia tutup usia pada Minggu 11 Agustus 2019 pukul 03.30 WIB.

Untuk memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu pendiri Kompas Gramedia tersebut, acara misa pelepasan Polycarpus Swantoro digelar di Gedung Kompas Gramedia, pagi ini.

Prosesi pelepasan jenazah Polycarpus Swantoro di Gedung Kompas Gramedia. Para karyawan turut hadir untuk memberi penghormatan terakhir, Selasa (13/8/2019).
Prosesi pelepasan jenazah Polycarpus Swantoro di Gedung Kompas Gramedia. Para karyawan turut hadir untuk memberi penghormatan terakhir, Selasa (13/8/2019). (TribunJakarta/Pebby Ade Liana)

Acara pelepasan itu dihadiri oleh para karyawan, keluarga, dan sejumlah kerabat dekat dari Polycarpus Swantoro.

"Swantoro telah berpulang Terimakasih kepada Swantoro. Semoga karya yang selama ini dicetuskan bisa terus menjadi berguna. Semoga damai selalu bersama bapak di surga," kata salah satu romo dalam acara misa pelepasan Polycarpus Swantoro, Selasa (13/8/2019).

Prosesi pelepasan jenazah Polycarpus Swantoro di Gedung Kompas Gramedia. Para karyawan turut hadir untuk memberi penghormatan terakhir, Selasa (13/8/2019).
Prosesi pelepasan jenazah Polycarpus Swantoro di Gedung Kompas Gramedia. Para karyawan turut hadir untuk memberi penghormatan terakhir, Selasa (13/8/2019). (TribunJakarta/Pebby Ade Liana)

Polycarpus Swantoro, merupakan sahabat dekat Jakob Oetama.

Semasa hidupnya, Swantoro pernah menjadi Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas dan Wakil Presiden Direktur Kelompok Kompas Gramedia.

 Menurut Jakob, sebelum terlibat dalam kelompok Kompas Gramedia, Swantoro pernah menggantikannya memimpin majalah Penabur pada awal tahun 1960-an.

Ketika itu, Jakob harus belajar ke Amerika Serikat.

Anies Baswedan: Residu Kendaraan Menjadi Masalah Bagi Kualitas Udara di Jakarta

Bobotoh Unjuk Rasa: Umuh Muchtar Sudah Bertemu dengan Dirut PT Persib Bandung Bermartabat

VIDEO Yusuf Akhirnya Bertemu Intan Permata Asli: Suami Intan Cemburu?

"Jadi, Pak Swantoro terlibat sejak awal," kata pendiri kelompok Kompas Gramedia itu dikutip dari Tribunnews yang diambil dari pemberitaan Kompas.com, 26 Januari 2012.

Adapun pelepasan jenazah P Swantoro dipimpin langsung oleh Mgr. Pujarahardja - Uskup Emeritius Ketapang dan akan dimakamkan di San Diego Hills.

Selamat jalan Pak Swantoro.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved