Dalam Waktu Dekat, Ada Dua Jenis Transpatriot Bekasi dengan Tarif Berbeda

Direktur Utama PDMP, Tubagus Hendra Suherman mengatakan, terdapat perbedaan antara trayek Transpatriot lama dengan trayek yang baru.

Dalam Waktu Dekat, Ada Dua Jenis Transpatriot Bekasi dengan Tarif Berbeda
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Sejumlah penumpang TransPatriot saat menunggu keberangkatan bus dari Terminal Bekasi, Kamis, (3/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pengelola angkutan umum Transpatriot milik Pemerintah Kota Bekasi, Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) dalam waktu dekat segera mengoperasikan 20 bus hibah dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

20 bus ini nantinya akan melayani dua trayek baru yakni Wisma Asri - Sumber Arta dan Summarecon - Vida Bantar Gebang. Keduanya melengkapi trayek yang sudah ada dan telah lebih dulu beroperasi dengan sembilan unit bus yakni, Harapan Indah - Terminal Bekasi.

Direktur Utama PDMP, Tubagus Hendra Suherman mengatakan, terdapat perbedaan antara trayek Transpatriot lama dengan trayek yang baru.

Perbedaan itu dapat dilihat dari warna bus yang digunakan.

"Kalau trayek baru itu menggunakan bus berwana biru hibah dari Kemenhub, kalau trayek lama pakai bus warna hijau yang memang sudah ada dari program Pemkot Bekasi," kata Hendra, Rabu (14/8/2019).

Selain itu, meski sama-sama memakai nama Transpatriot, tarif yang akan diterapkan juga berbeda. Hal ini dikarenakan untuk Transpatriot bus biru sama sekali tidak menggunakan subsidi yang berasal dari pemerintah.

Sementara untuk tarif TransPatriot bus warna hijau, sejak pertama dioperasikan memakai tarif datar Rp 4.000 per penumpang.

Wagub DKI Tak Kunjung Ditetapkan, Anies Baswedan Sindir Pansus yang Hanya Maju Mundur

Tarif itu merupakan subsidi dari APBD Pemkot Bekasi.

"Yang beda bus biru dan bus hijau adalah tarif, kalau bus biru itu kita pakai tarif bawah dan tarif atas. Batas bawah Rp 5.000 dan Batas Atas 10.000 tergantung jarak tempuh, tapi itu masih rencana ya belum ditetapkan karena pemkot nanti yang akan menetapkan," jelas dia.

Untuk mengoperasikan 20 bus dengan dua trayek baru, Transpatriot menggandeng pihak swasta dalam hal ini PT. Priatman Sarana Abadi selaku perator dan PT. Teknologi Rancang Olah Nusantara (TRON) sebagai penyedia aplikasi untuk tiket layanan penumpang.

"Kami bekerja sama dengan PSA dan TRON untuk memaksimalkan pelayanan penumpang memanfaatkan teknologi digital," jelas dia

Hendra menambahkan, operasional trayek baru ini dijadwalkan mulai, Kamis 22 Agustus 2019 mendatang. Pihaknya sejauh ini mulai melakuakan sosialisasi kepada masyarakat untuk peluncuran moda angkutan masal tersebut.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved