Harga Cabai di Bekasi Tembus Rp 100 Ribu Per Kilogram Hari Ini

"Bahan-bahan enggak saya kurangin karena takut mempengaruhi rasa, jadi mau enggak mau belanja tetap tapi untungnya jadi sedikit," ungkapnya.

Harga Cabai di Bekasi Tembus Rp 100 Ribu Per Kilogram Hari Ini
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Harga cabai di Pasar Baru Bekasi Jalan Ir Juanda Bekasi Timur tembus hingga Rp 100 ribu per kilogram, Rabu (14/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Harga komoditi cabai mengalami kenaikan yang cukup signifikan di Pasar Baru, Jalan Ir Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, bahan pokok kebutuhan pangan ini tembus hingga Rp 100 ribu per kilogram, Rabu (14/8/2019).

Rois (45), pedagang Pasar Baru Bekasi mengatakan, harga cabai paling tinggi terjadi pada jenis cabai rawit merah yakni, Rp 100 ribu per kilogram, lalu disusul cabai merah keriting Rp 85 ribu per kilogram dan cabai rawit hijau Rp 75 ribu per kilogram.

"Lagi mahal sekarang cabai udah dari habis puas sampai sekarang harganya tinggi," kata Rois.

Kenaikan ini diduga disebab akibat musim kemarau, para pedagang di Pasar Baru Bekasi terpaksa menyesuaikan harga lantaran, harga beli cabai dari pasar induk telah mengalami kenaikan.

Rois memaparkan, harga cabai yang dia beli dari Pasar Induk Cibitung untuk jenis cabai rawit merah mencapai Rp 85 per kilogram, sementara untuk cabai merah keriting Rp 70 per kilogram dan cabai rawit hijau Rp 65 ribu per kilogram.

"Dari pasar induk udah mahal, stoknya sedikit karena musim kemarau jadi harga jualnya tinggi," ucapnya.

Sementara itu pedagang lain bernama Rusmiati (51) mengatakan, harga cabai jika dalam kondisi normal berada di kisaran Rp 25-30 ribu per kilogram. Tidak sendikit kata dia, pembeli mengurangi jumlah belanjaanya akibat harga yang terlalu mahal.

"Dikurangin belanjanya dari yang biasa beli sekilo jadi setengah, dari yang biasa setengah beli seperempat, karena kalau belinya banyak dia (pembeli) enggak cukup buat beli beras," ungkapnya.

Seorang pembeli bernama Rumani Hutagalung (65), pengusaha katering ini mengaku merasakan betul dampak kenaikan harga cabai yang terlampau tinggi. Ia terpaksa memangkas hasil keuntungan dengan tidak mengurangi jumlah belanja untuk bahan baku makanan yang ia jual.

Kabar Baik Persib Bandung Jelang Melawan Borneo FC dan Rumor Pemain Asal Belanda Bakal Direkrut

Diejek Irma Chaniago Sebagai Badut, Rocky Gerung Beri Balasan Ini hingga Tuai Tawa & Tepuk Tangan

Pengusaha Kopi Ditembak Perampok, Uang Rp500 Juta Dibawa Kabur hingga Anak dan Istri Diancam

"Bahan-bahan enggak saya kurangin karena takut mempengaruhi rasa, jadi mau enggak mau belanja tetap tapi untungnya jadi sedikit," ungkapnya.

Dia berharap, dalam waktu dekat harga kebutuhan pokok seperti cabai dapat segera stabil. Sebab, kenaikan yang saat ini sudah terjadi berlangsung cukup lama.

"Ya maunya si cepet turun harganya, biar stabil aja kalau kaya gini terus bisa rugi yang udaha makanan kaya kita," harapnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved