BKD DKI Jakarta Terapkan Absensi Scan Barcode Bagi Peserta Upacara HUT Kemerdekaan

Nantinya, absensi tersebut akan dilakukan dengan memindai QR Code atau barcode yang dimiliki oleh setiap ASN.

BKD DKI Jakarta Terapkan Absensi Scan Barcode Bagi Peserta Upacara HUT Kemerdekaan
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
ilustrasi ASN 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DKI Jakarta Chaidir mengatakan, pihaknya telah menyiapkan absensi khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hadir dalam upacara HUT ke-74 RI di Pulau Maju atau Pulau D hasil reklamasi Teluk Jakarta.

Nantinya, absensi tersebut akan dilakukan dengan memindai QR Code atau barcode yang dimiliki oleh setiap ASN.

"Kami catat kehadiran mereka menggunakan alat sendiri berupa ponsel. Jadi, ponsel itu kami pasang aplikasi scan QR Code untuk mengecek kehadiran mereka," ucapnya, Jumat (16/8/2019).

Dihubungi terpisah, Kepala Sub Bidang Disiplin BKD DKI Jakarta Kukuh Giwangkara mengatakan, pihaknya menyediakan 45 ponsel yang akan digunakan untuk absensi para ASN.

"Kami sediakan 20 ponsel untuk mengecek kehadiran pegawai dan 25 ponsel lagi untuk backup," ujarnya saat dikonfirmasi.

Barcode atau QR Code akan diterima oleh para ASN lewat email setelah mereka mengurus administrasinya di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

"Oleh bagian kepegawaian do setiap SKPD, QR Code nanti diteruskan ke masing-masing pegawai untuk dibawa saat upacara HUT kemerdekaan," kata Chaidir.

Setelah Asmaranya Jadi Perhatian, Kang Daniel Dikabarkan Pindah Apartemen Sejak Minggu Pagi

Selanjutnya, QR Code tersebut bisa dibawa dalam bentuk print kertas ataupun dipindahkan ke ponsel milik masing-masing pegawai.

"Nanti ada petugas kami yang sudah dibekali aplikasi scan QR Code yang akan menscan," ucapnya.

Ia pun menyebut, ini kali pertama metode scan barcode diterapkan untuk absensi ASN demi meminimalisir adanya pegawai yang menitip absen.

"Penggunaan teknologi ini baru pertama kali kami gunakan dan untul menekan potensi titip absen di kalangan ASN," ujarnya.

"Kalau dulu kan mereka bisa membatik (isi kehadiran) temannya. Mungkin sekarang bisa berkurang karena harus bawa QR Code masing-masing," tambahnya menjelaskan.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved