Kenali Ciri-ciri Sikap Depresi Akibat Kasus Bullying dan Cara Mengatasinya

Tara menjabarkan mengenai ciri-ciri seseorang yang sudah terdampak kesehatan mental akibat kasus bullying, atau body shaming

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Muhammad Zulfikar
Istimewa
Ilustrasi depresi 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Sebagai makhluk sosial, kita tentu sering kali mendengar komentar mengenai pola hidup kita ketika sedang bersama teman, ataupun kerabat. Komentar itu ada yang positif ataupun negatif.

Nah bagi sebagian orang, komentar-komentar negatif yang diberikan justru bisa berdampak tak baik bagi kesehatan mental loh.

"Sebenernya, kadang kita ketemu orang lalu kita bilang misalnya 'Kamu sekarang gemuk ya, kamu jelek', itu sebenernya udah masuk bullying," kata Psikolog Tara De Thouars dalam talkshow Youthalk di Kota Kasablanka, Jumat (16/8/2019).

Sebagai seorang psikolog, Tara menjabarkan mengenai ciri-ciri seseorang yang sudah terdampak kesehatan mental akibat kasus bullying, atau body shaming.

Menurut Tara, orang dengan ciri-ciri depresi tersebut biasanya selalu melihat diri dengan berbagai keburukan.

"Seperti merasa diri gak berharga lagi, gak ada artinya. Hingga akhirnya muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri. 'Kayaknya aku mending hilang deh dari dunia ini, mending aku gak ada di dunia ini' dia merasa dirinya begitu buruk sampai gak bisa berubah," papar Tara.

Selain itu, orang dengan ciri-ciri depresi juga memikiki mood yang mudah sekali berubah.

Psikolog cantik ini mengatakan, bahwa seseorang yang sedang depresi biasanya akan memiliki perubahan sikap yang cukup drastis.

Misalnya, jika biasanya ia ceria kini tampil murung dan tak banyak bicara.

"Moodnya, berubah tiba-tiba. Bangun tidur rasanya sudah gak ada energi," kata dia.

Menurut Tara, orang dengan ciri-ciri kasus di atas telah termaksud dalam golongan depresi. Karena itu, ia pun menganjurkan agar segera mencari orang terdekat. Bisa sahabat, keluarga, atau kerabat.

Lewat hubungan tersebut, orang yang terkena depresi akan memiliki dukungan dan dorongan dari orang-orang terdekatnya.

Lewat support dari orang terdekat, orang yang depresi akan merasa diterima hingga menyadari bahwa dirinya masih memiliki banyak kelebihan.

"Nomor satu yang harus dicari adalah support. Karena pada saat orang dibully dia itu tidak menerima diri dia. Saking merasa bahwa dia sebegitu buruknya, 'oh saya jelek ya' nomor satu dia akan merasa bahwa dia gak terima. 'Saya gak terima diri saya'. Jadi nomor satu dia harus mendapat penerimaan dari orang lain," kata Tara.

SEDANG BERLANGSUNG Link Live Streaming Madura United Vs Persija Jakarta: Tekad Besar Dejan Antonic

KPPB: Sepeda Motor Menjadi Penyumbang Polusi Udara Terbesar

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved