KPPB: Sepeda Motor Menjadi Penyumbang Polusi Udara Terbesar

Puput, sapaannya, menyatakan angka tersebut merupakan yang paling tertinggi dibanding dengan penyumbang polusi udara lainnya

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Direktur Eksekutif Komite Pengurangan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin (kanan) dan Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus (kiri), saat memberi keterangan kepada Wartawan, di kantor KPBB, Gedung Sarinah lantai 12, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Direktur Eksekutif Komite Pengurangan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, menyebut sepeda motor menjadi penyumbang polusi udara sebanyak 45 persen.

Puput, sapaannya, menyatakan angka tersebut merupakan yang paling tertinggi dibanding dengan penyumbang polusi udara lainnya.

"Sepeda motor menjadi penyumbang terbesar, yaitu sebanyak 45 persen," kata Puput, di kantor KPBB, Gedung Sarinah Lantai 12, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).

Urutan kedua penyumbang polutan, lanjutnya, adalah bus yang menyumbang polusi udara sejumlah 21 persen.

"Kedua itu bus, sejumlah 21 persen sebagai penyumbang polusi udara di Jakarta," ucap Puput.

Ketiga, kata Puput, adalah truk yang menyumbang polusi udara sejumlah 18 persen.

Lalu, mobil yang menggunakan bensin menjadi penyumbang polusi udara sejumlah 14 persen.

"Posisi keempat penyumbang polusi udara yaitu mobil yang menggunakan bensin.

Karena penyumbang polusi udara terbanyak adalah motor, Puput memberi masukan kepada Kementerian Perhubungan agar membuat peraturan seperti pembatasan ojek online (ojol) dan taksi online.

Tujuannya, kata Puput, untuk mengurangi angka polusi udara yang hampir setiap harinya meningkat.

"Soal pembatasan ojol, harusnya ada pembatasan itu. Apapun dalam konteks bisnis, peluang bisnis, harus ada pembatasan. Pembatasan itu, bukan berarti kami membatasi orang berusaha," tutur Puput.

Namun, Pemda DKI Jakarta sebaiknya memiliki satu acuan untuk berfokus mengurangi polusi udara.

"Misal, seberapa besar sih market dari ojol dan taksi online. Nah, setelah ketahuan marketnya berapa, idealnya itu dilayani oleh berapa rider ojol dan berapa driver taksi online," Puput menjelaskan.

Jokowi Sindir Pejabat Kunker ke Luar Negeri, Anies Baswedan: Saya Tidak Pernah Studi Banding

Menanam Pohon Dinilai Bukan Solusi untuk Kurangi Polusi Udara

Menurutnya, dengan kajian seperti itu maka tidak ada lagi driver ojol yang saling bersaing lebih ketat.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved