Menanam Pohon Dinilai Bukan Solusi untuk Kurangi Polusi Udara

Ahmad Safrudin, menyebut menanam pohon bukanlah solusi tepat untuk mengurangi polusi udara di sebuah kota.

Tayang:
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Direktur Eksekutif Komite Pengurangan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin (kanan) dan Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus (kiri), saat memberi keterangan kepada Wartawan, di kantor KPBB, Gedung Sarinah lantai 12, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Direktur Eksekutif Komite Pengurangan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, menyebut menanam pohon bukanlah solusi tepat untuk mengurangi polusi udara di sebuah kota.

"Tanam pohon untuk mengurangi polusi udara? Itu tidak tepat," kata Puput, sapaannya, di kantor KPBB, Gedung Sarinah lantai 12, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).

Menurutnya, langkah pemerintah kota untuk menanam pohon tersebut dinilai latah.

"Kadang-kadang, kawan-kawan Pemda (Pemerintah daerah) itu pintar. Termasuk kawan-kawan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pintar dalam tanda kutip," sindir Puput.

Sebetulnya, lanjut Puput, menanam pohon untuk mengurangi polusi udara itu sama sekali tidak berpengaruh.

"Itu tidak ada pengaruhnya. Kalau namanya polutan dengan tanaman tidak ada pengaruhnya," tegas Puput.

Kalau untuk meredam suhu, sambungnya, bisa dikatakan benar.

"Dan kalau untuk menghijaukan kota juga benar. Tetapi kalau untuk mengurangi polusi udara, tidak tepat," tutur Puput.

Puput menjelaskan, tumbuhnya pepohonan maka dapat mengeluarkan oksigen dan mampu menangkap karbondioksida.

"Tapi polutannya tidak ditangkap oleh si pohon," imbuh Puput.

M Anwar Kukuhkan 54 Anggota Paskibraka Jakarta Timur

Keseruan Airin Rachmi dan Sejumlah Pejabat Pemkot Tangerang Selatan saat Ikuti Lomba Makan Kerupuk

Paling tidak, pohon tersebut hanya mampu menjerap polutan saja.

"Dijerap itu seperti menempel di daunnya, menempel di batangnya, begitu hujan menjadi basah, luruh ke tanah. Kalau tidak ada hujan, atau kemarau, ya kena angin terbang lagi," jelas Puput.

Bahkan kalau pohonnya terlalu rindang, tetapi sumber pencemarannya tidak dibatasi, maka pencemarannya menjadi terkungkung.

Sekali lagi, Puput menegaskan, untuk mengurangi polusi udara yakni dengan cara mengatur sumbernya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved