Narapidana Pembunuhan Berencana Tewas Gantung Diri di Lapas Pemuda Tangerang

Menurut Jumadi, korban dijadwalkan akan bebas tanpa remisi pada 19 September 2025

Narapidana Pembunuhan Berencana Tewas Gantung Diri di Lapas Pemuda Tangerang
Istimewa
Ilustrasi Gantung Diri 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tewas gantung diri di dalam sel tahanannya merupakan tahanan kasus pembunuhan berencana.

Diketahui, korban bernama S meninggal setelah tergantung di dalam sel tahanannya Blok F, menggunakan kain berwarna hijau sekira pukul 15.30 WIB hari Jumat (16/8/2019).

Kepada TribunJakarta.com, Kalapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Jumadi mengatakan korban merupakan tahanan atas kasus pembunuhan berencana atau 338 KUHPidana.

"Korban ini terikat kasus 338 KUHPidana (pembunuhan berencana) dan divonis tujuh tahun penjara," ungkap Jumadi saat dikonfirmasi.

S yang berdomisili di Kabupaten Tangerang tersebut baru setahun menjalani masa tahanannya sejak 30 November 2018.

Menurut Jumadi, korban dijadwalkan akan bebas tanpa remisi pada 19 September 2025.

"Tanggal bebas sementara belum ada remisi, tanggal 19 bulan 9 tahun 2025. Korban ini penyelidikannya di Polsek Tangerang dan tadi yang datang yang menyidik juga," terang Jumadi.

Awal kejadian, menurut Jumadi saat seorang WBP hendak mengantarkan makan sore ke sel isolasi milik korban.

Lantaran korban sedang menjalani masa isolasi setelah sering membuat onar memukuli teman satu selnya dan WBP yang lain.

"Kebetulan korban diasingkan karena dia selama ini kan sudah beberapa kali diasingkan karena mukulin temennya. Ada yang bilang seperti yang stres sejak penyidikan dulu sudah kayak gitu anaknya," ungkap Jumadi.

Ibu Hamil Terima Obat Kedaluwarsa dari Puskesmas Kamal Muara, Dinas Kesehatan Jakut Duga Terselip

Ancam Pakai Celurit, Pemuda di Cikarang Rampas Harta Korban Usai Tak Diberi Uang untuk Mabuk

Namun, korban dipastikan meninggal karena murni bunuh diri tanpa ada korban bekas dianiaya.

"Sudah diidentifikasi dan tim inafis ada tanda-tanda orang gantung diri. Memang keliatan sekali keluar mani, keluar kotoran. Hasil pemeriksaan polisi tidak ada tanda-tanda mereka dianiaya dan sebagainya, sudah dikirim ke rumah sakit," tutupnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved