Penembak Anjing Beedo di Tangerang Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif menegaskan, penetapan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara.

Penembak Anjing Beedo di Tangerang Ditetapkan Sebagai Tersangka
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Senapan angin yang digunakan pelaku untuk menembak anjing peliharaan tetangganya di Tangerang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TIGARAKSA - Pelaku penembakan anjiing menggunakan senapan angin di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang yang berinisial A resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif menegaskan, penetapan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara.

Dari hasil gelar perkara dapat disimpulkan dua alat bukti sebagai penguat unsur pidana telah terpenuhi.

"Membunuh, merusak, atau membuat sehingga tidak dapat digunakkan lagi atau menghilangkan binatang milik orang lain tanpa hak," ungkap Sabilul melalu pesan singkat, Sabtu (17/8/2019).

Penetapan tersangka penempak anjing bernama Beedo tersebut berdasarkan pasal 406 ayat 2 KUHPidana.

Adapun ancaman hukuman, kata dia, adalah pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

"Kami akan melayangkan panggilan kepada saudara A sebagai tersangka pada hari Senin minggu depan, " ujar Sabilul.

Sabilul menegaskan, penetapan tersangka itu murni atas dasar hukum bukan berdasarkan tekanan atau opini yang berkembang.

Dapat Remisi Hari Kemerdekaan, 32 Warga Binaan Rutan Cilodong Depok Dinyatakan Bebas

Ribuan Napi Lapas Pemuda Tangerang Dapat Remisi, 25 Langsung Bebas di Hari Kemerdekaan Indonesia

Selain itu, dia menjelaskan, kasus itu merupakan atensi langsung dari dirinya yang mendapat pengaduan melalui media sosial.

"Jadi tidak ada intervensi atau karena berdasarkan dorongan opini publik," tegasnya.

Sabilul juga menyatakan, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun tersangka A tidak ditahan.

Lantaran, hukumannya di bawah 5 tahun penjara dan bukan tindak pidana tertentu.

Sabilul menambahkan, tersangka A tidak ditahan sampai kasus hukum itu memiliki kekuatan hukum tetap berdasarkan putusan pengadilan.

"Namun terhadap tersangka A dikenakan wajib lapor," tegasnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved