Breaking News:

HUT ke 74 RI

Ribuan Napi Lapas Pemuda Tangerang Dapat Remisi, 25 Langsung Bebas di Hari Kemerdekaan Indonesia

Penyerahan remisi diberikan oleh Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Jumadi diberikan kepada WBP yang dinilai memiliki perlakuan baik

TribunJakarta/Ega Alfreda
Semua unsur di Lapas Kelas IIA Tangerang yang mengenakan pakaian adat Indonesia untuk memperingati hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sebanyak 1.395 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Tangerang mendapatkan potongan masa tahanan atau remisi.

Remisi tersebut dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia

Penyerahan remisi diberikan oleh Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Jumadi diberikan kepada WBP yang dinilai memiliki perlakuan baik selama menjalani masa hukuman.

"Remisi diberikan dan kepada WBP yang dapat remisi saya ucapkan selamat," ucap Jumadi saat memimpin upacara hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Sabtu (17/8/2019).

Dari data yang didapatkan, 25 WBP diantaranya dinyatakan langsung bebas setelah menerima remisi di hari kemerdekaan.

"Ada yang langsung bebas di hari kemerdekaan ini berjumlah 25 orang, selamat," ucap Jumadi.

Ia berharap kepada warga binaan yang telah bebas karena remisi bisa menjadi pribadi yang lebih baik terlebih berguna bagi masyarakat umum.

"Semoga dapat meningkatkan keimanan, menjadi insan yang taat hukum, berakhlak dan berbudi luhur. Juga terpenting bisa berguna bagi masyarakat sekitarnya," harap Jumadi.

Cerita Seniman Pembuat Replika Garuda Pancasila Raksasa, Kurang Tidur Hingga Berlomba dengan Waktu

Di hari kemerdekaan ini, petugas pemasyarakatan menggunakan berbagai macam pakaian adat sedangkan WBP mengenakan baju muslim dan pramuka.

Uniknya, Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Jumadi sebagai pembina upacara juga tampak nyentrik mengenakan pakai adat daerah Kalimantan.

Lengkap dengan pernak perniknya.

"Sengaja kami lakukan tiap tahun mengenakan pakaian adat Indonesia setiap tahunnya. Meskipun kostumnya saya pasti tahu ada yang sewa dan beli, tapi ini menunjukkan semangat persatuan," ungkap Jumadi.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved