UPDATE Polsek Wonokromo Diserang: Aiptu Agus Sempat Video Call Anaknya Lihat Cucu Usia 5 Bulan

Mapolsek Wonokromo Surabaya diserang pria berinisial IM (30). Aiptu Agus yang menjadi korban sempat video call melihat sang cucu usia 5 bulan.

tribun jatim/luhur pambudi
Suasana pelayanan di ruang SPKT Polsek Wonokromo Kota Surabaya sehari pasca diserang, Minggu (18/8/2019). 

Siti tidak dapat tidur menemani ketiga buah hatinya di dalam kamar.

Dia hanya memegang handphone sambil mendengar kabar kondisi ayahnya yang dirawat intensif itu.

Apalagi, ayahnya yang akan pensiun pada tahun depan mengalami luka bacok di bagian kepala.

Hal itu membuatnya terus menangis sembari berdoa untuk kesembuhan ayahnya.

"Ibu cuma bilang, luka di kepala, tangan jari manisnya sebelah kanan patah, ayah masuk ruang operasi, doain ya. Adik bilang jam 02.00 wib masih di dalam ruang operasi, jam 09.00 wib tadi katanya sudah sadar," kata Siti.

Siti menambahkan, biasanya setiap pagi sebelum kerja, ayahnya selalu video call menanyakan kabar cucu-cucunya.

Namun, sekarang malah dia sekeluarga yang sedang menunggu kesembuhan ayahnya yang diserang saat bertugas.

Tak lama, pukul 12.30 wib suaminya datang dan langsung bersiap-siap.

Mereka kemudian bergegas, kedua anaknya yang sedang bermain kejar-kejaran di ruang tamu langsung diajak mandi.

Sedangkan Mareta yang digendong Siti diserahkan ke suaminya yang sudah rindu dengan buah hatinya yang baru saja lahir pada tahun ini.

"Saya semalam dapat kabar jam 10 malam langsung saya beres-beres saya nunggu bus patas tidak ada. Saya nunggu akhirnya baru berangkat set 6 pagi tadi dari Madiun sampai sini baru saja, handphone saya juga mati," terang Sugito yang baru saja masuk ke dalam rumah.

Siti mengaku, akan menemui ayahnya yang saat ini sedang terbaring di rumah sakit. Dia ingin menjenguk ayahnya.

"Ini langsung berangkat habis ini, mau ketemu ayah," ucapnya.

Dia mengerti betul profesi ayahnya sebagai petugas kepolisian. Resiko bisa datang kapan saja.

Yang jelas, baru kali ini ayahnya mengalami musibah diserang oleh seorang pria yang merupakan pelapor di Mapolsek Wonokromo. Dia tidak dendam.

"Sejak kecil saya lihat ayah jadi Polisi baru kali ini ada kejadian seperti itu. Pelaku juga sudah diurus pihak yang berwajib," tutupnya.

Pelaku Belajar dari Medsos

Suasana lorong Ruang Anggrek RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya. Tempat Aiptu Agus Sumarsono, korban penyerangan Polsek Wonokromo pada Sabtu (17/8/2019).
Suasana lorong Ruang Anggrek RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya. Tempat Aiptu Agus Sumarsono, korban penyerangan Polsek Wonokromo pada Sabtu (17/8/2019). (TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI)

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mengera memastikan motif pria berinisial IM yang sengaja menyerang anggota polisi di Mapolsek Wonokromo, karena pengaruh ajaran ekstremis tertentu.

Ia menuturkan, pelaku selama ini mempelajari suatu pemahaman keyakinan tertentu melalui media sosial.

"Sementara sudah. Itu mengaplikasikan apa yang dipelajari di medsos dengan mengamaliyakan," ujarnya di Balai Wartawan Gedung Humas Mapolda Jatim, Minggu (18/8/2019).

Hal tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh Densus 88 Mabes Polri.

"Itu nanti porsi Densus 88 ya. Kuat dugaan ke arah sana," jelasnya.

Barung mengatakan, tindakan pelaku yang cenderung brutal itu dilatarbelakangi oleh inisiatif pribadi.

"Sementara (aksi pelaku) perorangan," ujarnya.

Barung juga mengatakan, pemeriksaan Densus 88 bukan hanya dilakukan pada pelaku.

Namun, istri dan juga ketiga anaknya.

"Istri dan anaknya sudah dimintai keterangan dan itu sudah kewenangan Densus 88 kita periksa di satu tempat," tuturnya.

Pelaku Diduga Simpatisan ISIS

Pelaku penyerangan polisi Polsek Wonokromo Surabaya, IM (30), diduga simpatisan isis.

Polisi menyebut menemukan barang bukti senjata hingga lambang isis.

"Sajam, celurit, ada ketapel, ada anak ketapel, air soft gun, ada lambang tertentu," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Polsek Wonokromo, Sabtu (18/7/2019).

"Iya begitulah (lambang ISIS)," tambah dia.

Barung mengatakan ada dugaan motif jihad yang dilakukan oleh pelaku.

"Sementara diduga yang bersangkutan melakukan amaliyah," kata dia.

Saat ini pelaku masih diamankan detasemen 88 Mabes Polri.

"Dibawa oleh detasemen 88 Mabes Polri dilakukannya masih bisa bergerak dan kita lakukan pengambangan itu. Nanti pasti ada pengembangan," kata Barung.

Korban Sempat Operasi Selama 5 Jam

Satu di antara korban penyerangan Polsek Wonokromo, Aiptu Agus Sumarsono dipindahkan ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani perawatan intensif.

Pemindahan ini dilatarbelakangi Aiptu Agus Sumarsono mengalami luka cukup parah pada kepala, pipi kiri, dan lengan tangan kiri.

Sedangkan korban lainnya, Iptu Febian hanya mengalami luka lebam dan tak sampai harus dirawat di rumah sakit.

"Agus mengalami luka yang cukup parah kalau dilihat dari CCTV nya, Agus ini berusaha untuk menghindari celurit dari sabetan pelaku IM ke arahnya beberapa kali," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Minggu (18/8/2019).

Sebelum dipindahkan ke RS Bhayangkara Polda Jatim, Aiptu Agus Sumarsono sempat memperoleh penanganan medis darurat di ICU Rumah Sakit RKZ Surabaya.

Namun sekitar pukul 20.00 WIB, Aiptu Agus Sumarsono akhirnya dipindah ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk dilakukan pengobatan luka serius pada bagian kepala.

"Korban kami bawa dari RKZ ke RS Bhayangkara tadi malam," ujar Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Setibanya di RS Bahayangkara Polda Jatim, tim medis melakukan operasi terhadap Aiptu Agus Sumarsono yang memakan waktu lima jam.

"Ada luka di kepala yang harus diselamatkan dengan operasi cepat dan selesai 01.00 WIB," katanya.

Tepat pukul 01.00 WIB, operasi selesai dan kondisi Aiptu Agus Sumarsono berangsur membaik setelah dipindah ke ruang perawatan.

"Yang bersangkutan sekarang sudah keluar dari ruang ICU artinya ini sudah clear dan sudah bisa berinteraksi kembali," ujarnya.

Meskipun harus menunggu waktu pemulihan bekas operasi pada luka sabet di bagian pipi, kepala, dan tangannya

Kombes Pol Frans Barung Mangera mengungkapkan, Aiptu Agus Sumarsono dalam keadaan sadar dan sudah bisa berkomunikasi namun masih terbatas.

"Pemulihan yang cukup cepat walaupun memang ada luka di bagian pipinya. Belum bisa kita ajak bicara lebih banyak," pungkasnya.

Diketahui Polsek Wonokromo diserang oleh pelaku berinisial IM pada Sabtu (17/8/2019).

Akibat kejadian itu, dua anggota Polsek Wonokromo terluka. Namun yang paling parah adalah Aiptu Agus Sumarsono.

Kondisi Polsek Wonokromo Sehari Setelah Diserang

Sehari pasca diserang pria berinisial IM hingga mengakibatkan dua anggotanya terluka, pelayanan Polsek Wonokromo tetap berjalan seperti biasa, Minggu (18/8/2019).

Kapolsek Wonokromo AKP Christopher Adhikara Lebang mengatakan, layanan SPKT di mapolseknya tetap berlangsung seperti biasa.

"Kami normal semua pelayanan kami masih seperti biasanya, silahkan kalau mau masuk," ujarnya, Minggu (18/8/2019).

Sukses Jalani Program Bayi Tabung, Denny Cagur Akui Sang Istri Jadi Banyak Maunya

Via Vallen Cari Bocah Pedagang Asongan Hormat saat Indonesia Raya Kumandang, Ingat Masa Lalu?

Bidan di Sumsel Dilecehkan Tetangga Sehari Sebelum Lamaran: Pelaku Sudah Lama Naksir

Bioskop XXI TIM Bakal Tutup Besok, Penonton: Sayang, Padahal Asyik Enggak Ada Anak Alay

Bioskop XXI TIM Bakal Tutup Besok, Penonton: Sayang, Padahal Asyik Enggak Ada Anak Alay

Meskipun, penyerangan Sabtu (17/8/2019) mengakibatkan dua anggotanya terluka, Christopher Adhikara Lebang mengaku tetap memberdayakan segenap anggota Mapolsek Wonokromo untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Kami rutinitas seperti biasa. Penambahan yang berjaga hanya anggota mapolsek," ujarnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mengera lebih lanjut menegaskan, pihak kepolisian tidak akan gentar dengan adanya insiden tersebut.

Polisi, lanjut Barung, akan terus menyediakan pelayanan pada masyarakat.

"Pelayanan tetap berjalan seperti biasa tidak ada yang berubah karena tugas polisi yang hakiki memberi pelayanan publik, pelayanan ini tidak akan berhenti gara-gara teror," katanya di Balai Wartawan Mapolda Jatim.

Kendati demikian, ia memastikan keamanan di kawasan sentra pelayanan kepolisian di tingkat sektor ataupun resort akan terus ditingkatkan.

"Pelayanan di Polsek Wonokromo juga tetap berjalan Walaupun memang kami mohon maaf kepada rekan-rekan media ada penjagaan yang lebih ketat lagi seperti di mako berbeda perlakuannya seperti jika masuk seperti biasa," pungkasnya. (Surya.co.id/TribunJatim.com)

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved