Anggota DPRD Fraksi Gerindra Minta Penjelasan Anies Cara Pemprov DKI Cari Untung dari Formula E

Rincian biaya yang harus dikeluarkan diantaranya, Rp360 miliar untuk commitment fee ke federasi Formula E.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Alejandro Agag (CEO FIA Formula E, kiri) dan Alberto Longo, Co-Founder dan CCO FIA Formula E (kanan) saat berbincang bersama di lintasan balap Formula E di Brooklyn, New York, sesaat sebelum bendera start balap Formula E dikibarkan, Sabtu, 13 Juli 2019. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat menyebut penyelenggaraan event balap Formula E diperkirakan akan bisa meraup keuntungan Rp 1,2 triliun.

Namun pernyataan Anies tersebut dipertanyakan oleh anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Dwi Ratna.

Dwi menyampaikannya saat membacakan pandangan Partai Gerindra dalam rapat paripurna DPRD DKI tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) tahun 2019.

Gerindra meminta Anies menjelaskan dengan rinci strategi apa yang ia gunakan hingga bisa meraup keuntungan sebesar itu.

Apalagi katanya, dia bakal libatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Kami memohon penjelasan kepada Saudara Gubernur mengenai event tersebut akan mampu menggerakkan perekonomian, apakah telah disiapkan formulasinya untuk melibatkan UMKM yang sebesar-besarnya di wilayah DKI Jakarta?," tanya Dwi di ruang rapat paripurna DPRD DKI, Senin (19/8/2019).

Menjawab pertanyaan tersebut, dalam kesempatan terpisah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa proyeksi keuntungan perhelatan event balap Formula E, datang dari berbagai macam sektor, semisal perhotelan, kuliner, hingga side event dan pre-event.

Bahkan penyelenggaraan side event dan pre-event Formula E disebut bakal menghasilkan pundi-pundi keuntungan yang lebih banyak dari sektor lainnya.

"(Keuntungannya) mulai dari perhotelan, kuliner, sampai juga side event. Banyak sekali side event yang dihasilkan, termasuk juga pre event. Kami bisa menyaksikan itu juga dari beberapa tempat lain yang menyelenggarakan kegiatan yang sama," tutur Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019).

Total Butuh Rp 1,6 Triliun, Ini Rincian Anggaran yang Dikeluarkan Pemprov DKI Siapkan Formula E

Tapi bila dibandingkan, proyeksi keuntungan Formula E yang cuma Rp1,2 triliun, berada di bawah biaya anggaran yang harus dikeluarkan, senilai Rp1,6 triliun.

Rincian biaya yang harus dikeluarkan diantaranya, Rp360 miliar untuk commitment fee ke federasi Formula E.

Lalu Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) DKI ajukan penambahan kisaran batas tertinggi (pagu) anggaran sekitar Rp934 miliar dalam rapat Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Rinciannya 22 juta poundsterling untuk biaya penyelenggaraan, dan 35 juta euro sebagai biaya asuransi.

Bila dikonversi ke rupiah (1 poundstreling Rp 17.205) maka 22 juta poundsterling bernilai Rp 378,46 miliar. Sedangkan 35 juta euro (1 euro Rp 15.892) sebesar Rp 556,22 miliar. Jika di total menjadi Rp 934 miliar.

Jakarta akan menjadi tuan rumah balap mobil bergengsi Formula E pada 2020
Jakarta akan menjadi tuan rumah balap mobil bergengsi Formula E pada 2020 (Istimewa/Facebook Anies Baswedan)

Kemudian, BUMD DKI, Jakpro juga ikut ajukan pengadaan dana berupa penyertaan modal daerah sebesar Rp305,2 miliar, dari APBD DKI 2020.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved