HUT ke 74 RI

Mardiah Wafat Sesaat Menangkan Lomba Tarik Tambang, Warga Beberkan Firasat: Ingin Pergi Jauh

Warga ungkap dua firasat sebelum Mardiah meninggal saat memenangkan perlombaan tarik tambang.

Mardiah Wafat Sesaat Menangkan Lomba Tarik Tambang, Warga Beberkan Firasat: Ingin Pergi Jauh
Dokumentasi warga
Mardiah (kaus putih belakang) terjatuh saat mengikuti perlombaan tarik tambang di wilayah tempat tinggalnya 

Mereka memberikan balsem dan teh hangat untuk diminum.

Tak kunjung membuka matanya dan Mardiah membuat warga khawatir.

Akhirnya, warga membawa Mardiah ke rumah kakaknya untuk mendapat pertolongan lebih lanjut.

Menurut Mulyana, tetangganya, saat dibawa ke rumah kakaknya Mardiah tak juga membuka matanya.

"Setelah itu masih enggak sadar juga ya mau enggak mau dibawa ke rumah sakit," kata Mulyana.

Mulyana menduga, ibu dua anak itu meninggal saat diperjalanan ke rumah sakit.

Dugaan penyebab meninggal

Sampai saat ini, belum dipastikan penyebab meninggalnya Mardiah.

Menurut Napsih, Sekretaris RW 03 Krukut, Mardiah tak sedang sakit apapun.

"Beliau enggak sakit apa-apa, saya tanya ke suaminya almarhumah sehat-sehat aja sebelum lomba meski punya riwayat penyakit darah tinggi," katanya kepada wartawan TribunJakarta.com.

Menurut warga setempat, Mardiah diketahui mempunyai riwayat penyakit jantung dan darah tinggi.

"Jantung juga, dia bilang ada sedikit darah tinggi dia bilang, enggak tahu juga," kata dia.

Kabar Persib: Trio Asing Anyar Resmi Diperkenalkan, Tiga Pilar Absen Lawan Perseru Badak Lampung

Jalur Putar Balik Kawasan Modernland Ditutup Beton, Dianggap Pusat Pelanggaran Lalu Lintas

Firasat tetangga

Napsih mengaku, ada beberapa firasat yang ia dan warga lainnya rasakan sebelum Mardiah meninggal dunia.

Mulai dari Mardiah yang semula tak berniat ikut lomba tarik tambang sampai akhirnya ia mengajukan diri.

"Harusnya kan lomba ini cuma berlima, tapi karena bu Mardiah ikutan jadinya nambah jadi enam orang dalam satu tim, dia itu posisinya paling belakang," kata Napsih.

Sebelumnya diketahui, Mardiah awalnya tak daftar lomba tarik tambang.

Seharusnya, masing-masing tim hanya beranggota lima orang.

Namun, Mardiah mengajukan diri beberapa saat sebelum lomba dimulai.

Akhirnya, anggota tim pun ditambah menjadi enam orang.

Firasat berikutnya adalah Mardiah sempat mengatakan ingin pergi jauh.

Ucapan itu dikatakan sesaat sebelum lomba dimulai.

Warga mengira pergi jauh yang dimaksud adalah pulang ke kampung halamannya di Bogor.

Karena anak pertamanya baru saja mengalami kecelakaan.

"Jadi dia emang sempat bilang mau pergi jauh, awalnya dikira mau nyusul anaknya, ternyata dia memang pergi untuk selamanya," kata Napsih.

Namun siapa sangka, kini pergi jauh yang dimaksud Mardiah yaitu meninggalkan dunia.

Jenazah Mardiah sudah dimakamkan di daerah Bogor.

"Keluarga semua ikhlas namanya umur itu kan enggak ada yang tahu," kata Napsih.

Penulis: Siti Nawiroh
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved