Agung Laksono Enggan Berspekulasi Terkait Insiden Bom Molotov di Kantor DPP Golkar

Agung Laksono enggan berspekulasi terkait insiden penyerangan bom molotov yang terjadi di DPP Kantor partai berlogo beringin itu.

Agung Laksono Enggan Berspekulasi Terkait Insiden Bom Molotov di Kantor DPP Golkar
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono saat ditemui di Rakernas Partai Golkar, di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (23/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono enggan berspekulasi terkait insiden penyerangan bom molotov yang terjadi di DPP Kantor partai berlogo beringin itu.

Hal tersebut dikatakannya saat ditanyakan apakah ada dugaan pelaku merupakan orang suruhan dari salah satu kubu mengingat saat ini kondisi Partai Golkar tengah memanas terkait wacana Munas.

Ia memilih menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

"Saya enggak mau menduga, biarlah polisi menyelidiki siapa. Apakah itu kader Golkar atau saya kira juga tidak kader Golkar sendiri tega membakar tempatnya sendiri," kata Agung di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (21/8/2019).

Mantan Ketua DPR RI ini menyayangkan adanya insiden tersebut.

Petugas keamanan menunjukan bekas pecahan bom molotov di depan pintu gerbang DPP Partai Golkar.
Petugas keamanan menunjukan bekas pecahan bom molotov di depan pintu gerbang DPP Partai Golkar. (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)

Menurutnya, tidak baik jika ada pemaksaan suatu kehendak dengan cara-cara kekerasan.

"Saya kira jangan biarkan politik kekerasan politik force apalagi pemaksaan kehendak dengan segala cara masuk ke dalam dunia politik ya," ucap Agung.

"Kita kemarin sudah disibukan dengan political identity disusul juga politik identitas disibukkan politik yang kemudian bisa mengancam pesatuan kesatuan bangsa ya alhamdulillah kita bisa lalui," bebernya.

Karenanya, Agung meminta semua pihak bisa menahan diri dan menyelesaikan secara baik jika memang dirasa ada masalah.

"Emosionalitas harus dijaga dan kita hindarkan kontra teror. Jangan lempar bom molotov kontra bom molotov lagi, jangan saya kira nggak baik," katanya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved