VIDEO Kali Bekasi Menghitam dan Timbulkan Bau Tidak Sedap

seluruh permukaan air kali berwarna hitam pekat, bau tidak sedap juga tercium ketika melintas di dekat aliran kali

VIDEO Kali Bekasi Menghitam dan Timbulkan Bau Tidak Sedap
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kondisi Kali Bekasi di Bendungan Presdo Jalan Mayor M Hasibuan Bekasi hitam pekat dan menimbulkan bau tidak sedap. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kondisi Kali Bekasi makin memprihatinkan, warna air menghitam dan menimbul bau tidak sedap, kondisi ini disebabkan akibat limbah yang diduga berasal dari hulu, Rabu (21/8/2019).

Pantauan TribunJakarta.com di aliran Kali Bekasi tepatnya di Bedungan Presdo di Jalan Mayor M Hasibuan Bekasi Selatan menunjukkan, seluruh permukaan air kali berwarna hitam pekat, bau tidak sedap juga tercium ketika melintas di dekat aliran kali.

Buih putih juga nampak terlihat di aliran Kali Bekasi setelah bendungan, menurut warga sekitar, kondisi ini sudah terjadi sejak sekitar satu minggu belakangan.

"Udah ada satu minggu, sebelumnya ini emang udah agak hitam tapi enggak bau," kata Khaerul warga yang kerap mencari ikan di Kali Bekasi.

Akibat air tercemar, tidak sedikit kata dia ekosistem ikan yang ada di Kali Bekasi mati, Khaerul mengaku hanya ikan sapu-sapu saja yang mungkin masih bisa bertahan hidup, sedangkan untuk jenis ikan lain akan sangat sulit dapat ditemukan hidup.

"Kalo mujair itumah udah enggak ada kalo air hitam gini, ikan sapu-sapu aja udah pada celeng ini saya dapetin," jelas dia.

Berikut Videonya:

Lagi! Ibu Hamil Dapat Obat Kedaluwarsa dari Puskesmas Kelurahan Kamal Muara

7 Jam Terlunta-lunta di Stasiun Akibat Pemadaman Listrik Massal, Pengguna KRL Gugat PLN Rp 6.500

Sementara itu, ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) Puarman mengatakan, kondisi Kali Bekasi yang berwarna hitam pekat sudah terjadi dari hulu di wilayah Kabupaten Bogor.

"Dari Sungai Cileungsi, kondisi air sudah hitan akibat tercemar limbah, sungai Cileungsi ini kan hilirnya di Kali Bekasi," kata Puarman.

Puarman menambahkan, fenomena ini kerap terjadi setiap memasuki musim kemarau. Debit air sungai berkurang sehingga limbah lebih mendominasi permukanaan air.

"Kondisi ini belum terlalu parah dibanding 2018 yang mempengaruhi Kali Bekasi, karena alirannya bermuara ke Kali Bekasi, tapi menurut BMKG kemarau masih akan terjadi hingga oktober 2019, kemungkinan kondisi ini akan terus terjadi sepanjang kemarau bahkan bisa lebih parah," tegas dia.

Puarman mengatakan, KP2C sejak 2018 telah melaporkam fenomena ini ke Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Namun belum ada perubahan, diduga sejumlah limbah pabrik dan domestik masih terlalu parah mencemari sungai.

"Inilah ironi rutin sungai Cileungsi, jika musim hujan banjir, ketika musim kemarau, sungai menghitam dan sangat berbau," tandasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved