KPAI Dorong Pengeroyokan Siswi di Bekasi Agar Berdamai, Pihak Keluarga Tidak Mau

Istilah diversi yang memungkinkan penyelesaiaan masalah lebih mengedepankan upaya damai dan saling memaafkan.

KPAI Dorong Pengeroyokan Siswi di Bekasi Agar Berdamai, Pihak Keluarga Tidak Mau
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Seorang siswi SMK di Bekasi menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oknum seniornya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Kasus pengeroyokan siswi SMK di Bekasi berinisial GL (16) telah masuk babak baru, Polres Metro Bekasi Kota telah mengamankan tiga orang tersangka.

Namun ketiga tersangka diketahui masih berstatus anak karena berusia di bawah 18 tahun.

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti telah datang langsung menemui korban sekaligus pihak sekolah pada Jumat, (23/8/2019).

Retno menjelaskan, dalam perkara pidana terhadap anak, dikenal istilah diversi yang memungkinkan penyelesaiaan masalah lebih mengedepankan upaya damai dan saling memaafkan.

"Kalau anak, memang anak dalam sistem peradilan pidana anak kita boleh memang harus didorong diversi, hakim sendiri pun kalau ini masuk pengadilan minta diversi dulu," kata Retno di Bekasi.

Tapi usai bertemu korban dan keluarga, nampaknya sejauh ini upaya diversi belum mungkin.

Sebab, keluarga korban mengaku masih ingin menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada penegak hukum.

"Karena tadi saya sempat tanya apakah mau damai nampaknya enggak, jadi mungkin barangkali diversi yang anak dengan anak tidak tercapai kan mau gak mau semua harus ke proses pengadilan," kata Retno.

Meski begitu, KPAI akan terus melakukan pendampingan baik di sekolah maupun di kepolisian untuk proses hukumnya.

Halaman
123
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved