Nekat Pacu Motor Hingga 100 Km/Jam, Gadis Jago Silat Ini Spontan Kejar Jambret yang Rampas Ponselnya
Reza Audiyanti (19) nekat pacu motor hingga 100 km/jam demi tendang jambret hingga tersungkur, keberaniannya patut diacungi jempol.
Penulis: Muji Lestari | Editor: Rr Dewi Kartika H
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muji Lestari
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Reza Audiyanti yang tendang jambret hingga tersungkur, keberaniannya patut diacungi jempol.
Pasalnya gadis berumur 19 tahun itu, berhasil melumpuhkan pelaku jambret yang menggasak ponselnya.
Warga Dukuh Bulak Tunggak, Desa Purwodadi, Kecamatan Sragi itu melawan kejahatan yang menimpanya sehingga sang penjahat bisa dibekuk.
Reza menjadi korban penjambretan pada Rabu (21/8/2019) malam di sekitar SMPN 1 Sragi.
Saat itu jarum jam menunjukkan pukul 21.30 WIB.
• Petugas Gabungan Kelurahan Tengsin Operasi Cabut Pentil Sepeda Motor Parkir Sembarangan
Ponselnya dirampas bandit jalanan bernama Afiyantoro (28), warga Jalan Selat Karimata, Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.
Pelaku langsung tancap gas setelah mengambil hape korban.
Mengetahui telepon seluler miliknya berpindah tangan, Reza langsung mengejar pelaku.
Tak terima, Reza berupaya mengejar pelaku dengan motornya usai dijambret.
Reza yang geram ponselnya diambil, memacu motornya hingga memepet motor pelaku.
Reza berteriak jambret sambil mengejar pelaku, namun tidak ada warga yang mendengar.
Reza tancap gas terus berusaha mengejar pelaku.
Saat motornya berjajar, Reza menendang pelaku hingga jatuh tersungkur.
"Sempat saya tertinggal 500 meter kemudian terus saya kejar sampai kecepatan hampir 100 (Km/jam) Mas," kata Reza.
"Waktu berjejeran saya nendang bodi motor bagian depan, namun kendaraan pelaku belum terjatuh. Pelaku juga nendang kendaraan saya namun tidak mengenai. Pas tendangan kedua baru pelaku terjatuh dan tersungkur," lanjut Reza.
• Wanita Pemeran Video Viral Vina Garut Dipaksa Menikah dengan Rayya pada Usia 15 Tahun
Reza menjelaskan pada tendangan awal ia belum berhasil menjatuhkan pelaku.
Namun Reza kembali melancarkan tendangannya.
Kali ini hantaman kakinya tepat mengenai bagian tengah kendaraan, dan pelaku langsung terguling.
Di sekitar lokasi pelaku jatuh itu, ada sekawanan anak muda sedang duduk kongkow.
"Langsung saya bilang kalau yang jatuh itu jambret yang merampas hape saya.
Akhirnya pelaku dihakimi massa," ungkap dia.
Awalnya Reza hendak pergi ke rumah saudearanya yang berada di Dukuh Gentongwungu, Kecamatan Sragi.
Mengutip TribunJateng.com Korban tengah berhenti, menelepon saudara yang dituju ketika Afiyantoro merebut hapenya secara paksa.
"Jadi di depan SMPN 1 Sragi saya menghubungi saudara.
Tiba-tiba pelaku mengambil handphone saya.
• Diciduk Satpol PP di Kamar Hotel Bareng Perempuan, Aceng Fikri: Saya Menginap karena Mau ke Dokter
• KPAI Dorong Pengeroyokan Siswi di Bekasi Agar Berdamai, Pihak Keluarga Tidak Mau
Handphone saya berhasil dirampas oleh dia.
Saya teriak jambret tidak ada warga yang mendengar.
Kemudian pelaku melarikan diri.
Tanpa pikir panjang saya langsung mengejar sambil berteriak-teriak jambret sepanjang jalan," kata Reza yang berparas manis ini kepada Tribunjateng.com di rumahnya, Kamis (22/8/2019).
Reza mengungkapkan pengejarannya itu spontan saja.
Dia tidak sampai berpikir kalau pelaku melawan akan terjadi perkelahian yang bisa menyebabkan kekalahannya.
Di pikirannya saat itu hanya bagaimana cara berhasil mendapatkan ponselnya kembali.
"Hape itu saya beli hasil keringat sendiri.
Saya baru diterima kerja di pabrik yang ada di Sragi.
Gaji pertama sebagai pengingat saya belikan hape," ujarnya.
• Ayah Kandungnya Larang Ruben Onsu Datang ke NTT, Betrand Peto Polos: Nanti Rumah Saya Hancur
Sempat terbesit perasaan takut saat kendaraan mereka berpepetan.
Namun, dia bertekad menjatuhkan pelaku dari motor agar hapenya bisa diambil lagi.
Reza juga mengaku pernah mengikuti latihan pencak silat selama sekolah dulu.
"Dulu sewaktu SD dan SMP saya ikut pencak silat di sekolah.
Mungkin berkat latihan tersebut, saya berani melawan.
Saya juga berpesan kepada wanita-wanita apabila dijambret jangan diam saja.
Selagi bisa kita melawan, kalau tidak bisa langsung meminta pertolongan orang lain," tandasnya.
Bagaimana nasib Afiyantoro pelaku penjambretan?
Setelah babak belur dihakimi massa, dia dibawa ke kantor polisi.
Saat diperiksa petugas, dia mengaku kejahatan itu terjadi spontan atau tidak direncanakan.
• Dokter Gigi dan Suaminya di Madura Ditangkap Densus 88
• Ramalan Zodiak Besok, Sabtu 24 Agustus 2019: Leo Pusat Perhatian, Sagitarius Tingkatkan Toleransi
Afiyantoro yang bengep mengaku baru pertama kali melakukan penjambretan.
Kapolsek Sragi AKP Sumantri membenarkan adanya pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Jalan Raya Sragi, tepatnya di Dukuh Gentongwungu Kelurahan/Kecamatan Sragi.
Menurutnya, pelaku sempat dihakimi massa sebelum dibawa ke Polsek Sragi.
"Barang bukti yang disita satu sepeda motor bernomor polisi G2086ABB dan satu hape yang dijambret," ujarnya.
Kapolsek mengapresiasi korban yang sudah berani melawan jambret.
• Rektor UI Usulkan Pembangunan Kampus Universitas Indonesia di Ibu Kota yang Baru
• Polisi Tetapkan 10 Orang yang Diduga Terlibat Kerusuhan di Timika Papua
Menurutnya, pengakuan Afiyantoro masih akan didalami karena tak menutup kemungkinan pernah melakukan kejahatan lain sebelumnya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika berkendara.
Terutama tidak menggunakan ponsel di jalan karena bisa memancing tindak pidana atau menyebabkan kecelakaan.
"Saya apresiasi korban pejambretan yang berani melawan pelaku hingga kejar-kejaran menggunakan sepeda motor.
Keberaniannya patut diacungi jempol," tandas dia.
Adapun Afiyantoro akan dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahunpenjara.
(Sumber: TribunJakarta/TribunJateng/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/reza-audiyanti-korban-jambret.jpg)