Polda Metro Jaya Tidak Hadir, Sidang Praperadilan Kivlan Zen Ditunda

Sidang kemudian dilanjutkan dengan permohonan gugatan tidak sahnya penyitaan barang bukti dengan nomor perkara 97/Pid.Pra/2019/PN.JKT.Sel.

Polda Metro Jaya Tidak Hadir, Sidang Praperadilan Kivlan Zen Ditunda
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Persidangan praperadilan Kivlan Zen di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Pasar Minggu, Jumat (23/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Sidang praperadilan Kivlan Zen kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Pasar Minggu, Jumat (23/8/2019).

Terdapat empat sidang praperadilan dengan pemohon Kivlan Zen dan termohon Polda Metro Jaya.

Sidang pertama dengan nomor perkara 96/Pid.Pra/2019/PN.JKT.Sel dengan gugatan penahanan Kivlan Zen dinilai tidak sah.

Sidang kemudian dilanjutkan dengan permohonan gugatan tidak sahnya penyitaan barang bukti dengan nomor perkara 97/Pid.Pra/2019/PN.JKT.Sel.

Sidang ketiga, gugatan tidak sahnya penetapan tersangka dengan nomor perkara 99/Pid.Pra/2019/PN.JKT.Sel.

Terakhir, sidang permohonan gugatan tidak sahnya proses penangkapan Kivlan Zen degan nomor perkara.98/Pid.Pra/2019/PN.JKT.Sel.

Namun, keempatnya ditunda lantaran pihak termohon yakni Polda Metro Jaya tidak hadir. Sidang praperadilan pun akan kembali digelar pada Jumat (30/8/2019).

"Kami akan panggil pihak Polda Metro Jaya untuk hadir di sidang selanjutnya. Maka dari itu sidang ditunda dan akan digelar lagi minggu depan tanggal 30 Agustus," kata Hakim tunggal Dedy Hernawa.

Ramalan Zodiak Cinta, Sabtu 24 Agustus 2019: Aquarius Tertekan, Aries Ada Masalah Uang

Supomo, Penjual Bubur Ayam Rp 1 Ribu

Warga Pesona Serpong Minta Sumur Bor Baru, Wakil Wali Kota Utamakan Pendalaman

Sebelumnya, Kivlan ditetapkan sebagai tersangka kasus makar dan kepemilikian senjata api ilegal. Ia ditahan di Rutan Guntur, Jakarta Selatan.

Polisi juga telah menolak pengajuan permohonan penangguhan penahanan Kivlan dengan alasan yang tersangka tidak kooperatif.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved