Menteri Rudiantara Klaim Palapa Ring Bagian Timur Aktif Beroperasi Bulan September

Rudiantara memperkirakan, Palapa Ring untuk bagian timur sudah bisa beroperasi antara minggu kedua dan ketiga September 2019.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Ega Alfreda
Menteri Kominfo Republik Indonesia, Rudiantara saat ditemui di Hotel Atria, Kabupaten Tangerang, Rabu (28/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA DUA - Proyek Palapa Ring Bagian Timur oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bisa beroperasi tahun 2019.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memastikan, proyek infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring bagian Timur, sudan pada bagian pemasangan kontruksi.

Dirinya memperkirakan, Palapa Ring untuk bagian timur sudah bisa beroperasi antara minggu kedua dan ketiga September 2019.

"Minggu kedua atau ketiga sudah bisa komersilkan. Kita doakan saja," ungkap Rudiantara saat menghadiri pengukuhan pengurus Persada.id di Hotel Atria, Kabupaten Tangerang, Rabu (28/8/2019).

Ia melanjutkan, untuk rencana awal, infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring bagian Timur itu ada di 41 kabupaten yang berada di Papua.

Mulai dari pedesaan di pesisir sampai yang berada di atas gunung sekali pun.

Dari 41 lokasi, 28 diantara berada di dataran tinggi atau sampai 3.000 meter di atas permukaan laut yang dianggap sebagai medan ekstrem untuk membangun tower.

"Kalau Palapa Ring jadi, otomatis kita bangun tower. Mengangkut materialnya semua pakai helikopter. Mahal gak? Susah gak? Iya jelas, tapi demi Indonesia sentris, kita enggak boleh pilih-pilih, semua harus dibangun mulai dari ujung Barat sampai Timur," ungkap Rudiantara.

270 Ribu Kanal Menyebarkan Hoaks Pascakerusuhan Papua, Twitter Penyumbang Terbesar

Driver Ojek Online Seluruh Indonesia Akan Unjuk Rasa Jika Bos Taksi Malaysia Tidak Minta Maaf

Fraksi Gerindra DPRD DKI Sebut Pemindahan Ibukota Bentuk Pelarian Tanggung Jawab Pemerintah

Menurut Rudiantara, sebagian infrastruktur lagi menggunakan viber optik di dasar permukaan laut serta bawah tanah yang menuju Papua.

"Sehingga untuk saudara-sadara kita di Papua, persamaan kecepatan telekomunikasi akan segera terjadi," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved